Bagaimana caranya kita melihat masa depan kalau kita terlalu sibuk mengurusi masa lalu kita? -Oni-
Minggu, 02 November 2014
Yang Kami (perempuan) Ingin
Sebagaimana susahnya kami (perempuan) untuk tetap menjaga perasaan kami, lelah menunggu kepastian kalian (laki-laki), lelah harus digantungkan bak jemuran tanpa pernah diberikan sebuah harapan yang kami tunggu, lelah jika hanya bisa berharap dan selalu dijejali dengan harapan palsu dan gombalan manis yang keluar dari mulut kalian, kami hanya butuh sebuah kepastian atau setidaknya sebuah kode yang memberitahu kami apa yang harus kami lakukan, meninggalkan kalian atau bertahan dan menunggu kalian merealisasikan kode yang kalian berikan
.
Kalian bisa dengan mudah mendekatkan diri dengan siapapun, menganggap kami semua bisa kalian luluhkan, bisa dengan mudah menemukan yang baru dan meninggalkan kami, bisa dengan mudah kalian pergi dan kembali dengan gandengan baru. tahukah kalian, kami lelah? kami lelah karena yang bisa kami lakukan hanyalah menunggu kepastian yang tak kunjung kalian berikan, kami lelah jika hanya bisa memendam setiap apa yang kami rasa, sayang, rindu, ingin memiliki, tapi dengan mudah kalian hanya mengiming-imingi kami tanpa memberikan kami satu saja hal yang kami tunggu. KEPASTIAN.
Bahagiakah kalian telah menarik ulur perasaan kami? layangan aja semakin ditarik ulur bisa putus, apalagi hati kamu yang kalian tarik ulur. Yakinkah kalian jika kami sudah pergi dan berhasil menemukan orang baru kalian bisa menerima itu? Kenapa kalian aneh, kenapa kalian seakan menginginkan kami disuatu waktu tapi kalian juga seakan tidak menginginkan kami disuatu waktu lainnya. Jangan membuat kami bingung, kami memang punya perasaan yang lebih peka dari kalian, tapi kami bukan dukun yang bisa tahu apakah kalian serius atau kalian hanya main main, atau bahkan kami hanya sebatas pelarian buat kalian. kami hanya manusia biasa seperti kalian yang ingin dimanja, karena sekuat apapun seorang perempuan dimata kalian, kami perempuan kuat itu membutuhkan sebuah perlindungan yang bisa kami dapatkan dari kalian orang yang telah memberikan kami kenyamanan.
Jangan gantungkan kami, jangan tarik ulur kami, jangan ombang ambingkan kami. Karena jika kami sudah masuk kedalam zona nyaman yang kalian berikan, kami akan susah keluar dari zona nyaman itu walaupun sudah kalian usir atau sudah ada orang baru lagi didalam zona nyaman itu :"
Sabtu, 01 November 2014
Hanya sebuah Pelarian
Kamu yang memang memberiku harapan palsu atau aku yang terlalu mudah berharap padamu?
Tapi tahukah kamu, kamu sungguh berhasil menarikku masuk kedalam "kotak nyaman" yang kamu punya dan aku terperangkap didalamnya tanpa tahu caranya keluar dari "kotak nyaman" yang kamu punya. Aku merasa berada di dalam "kotak nyaman" yang kuncinya hanya kamu yang punya. Setelah kamu menarikku masuk terlalu dalam sekarang kamu membiarkan aku terperangkap di dalamnya dan sekarang kamu sedeng membuat kotak baru untuk orang baru, atau apakah kamu akan menaruh orang baru itu dalam kotak yang sama denganku? SIAPA AKU DIMATAMU? ADAKAH SEDIKIT SAJA FOKUSMU TERTUJU PADAKU? Aku ingin menyerah, tapi aku tidak sanggup. aku terlalu menikmati "rasa nyaman" ini. Rasa nyaman yang hanya kamu yang punya, yang hanya kamu yang bisa memberikannya.
Jangan biarkan aku terjebak disini, beritahu aku bagaimana caranya aku keluar, setidaknya ajarkan aku melompat mencari kotak nyaman baru, tanpah harus kamu menyakitiku seperti ini. Tahukah kamu sebelum kita sedeket ini aku pernah mengagumimu dari jauh. Rasa yang kupendam tumbuh dengan sedirinya. Kamu kece setiap hari, bukan cuma hari tertentu. Kedewasaanmu memancarkan setiap makna kata "kece" yang aku punya. Sadarkah kamu aku mengagumimu, aku memerhatikanmu, aku rela mengorbankan waktu dan tenagaku untuk membantu mu bangkit dari luka dalam yang diciptakan oleh mantanmu? namun apa yang kamu berikan? kamu menjatuhkanku kedalam luka dalam itu saat aku berhasil mengangkatmu dari lukamu.
Aku menangis melihatmu menghindariku, aku sedih merasa kamu tidak nyaman bersamaku, seburuk itukah aku dimatamu? setidak pantas itukah aku? bisakah kamu membantuku bangkit setelah kamu menjatuhkanku? Aku rasa ini yang disebut aku sayang kamu. aku gak punya alasan yang jelas kenapa sejak awal aku menyukaimu, mengagumimu, mencintai kedewasaanmu dan berharap suatu saat kita bisa menjadi dua orang yang mau saling berbagi. tahukah kamu dua bulan ini berarti bagiku? aku merasakan kembali rasa nyaman itu yang pernah hilang, namun sekarang aku terjebak dalam kenyamanan yang kau buat. Terima kasih untuk luka yang kamu goreskan, terima kasih untuk setiap darah luka ini. Aku menyayangimu dalam hati :"
Rabu, 25 Juni 2014
Luka yang Mulai Mengering
Kamu tidak pernah peduli dengan luka itu, karena sejak awal kamulah pencipta luka itu.
Kemabali ketempat itu, mula nya hanya ingin memulai sesuatu yang baru, mengenal orang baru setelah dua tahun mengasingkan diri dari tempat itu tapi tanpa sadar bayangmu menghambat ku, menghambat pergaulanku dan menghambat dunia sosialku. Aku masih ditempat yang sama sekarang, mencoba dengan orang baru, mencoba melakukan hal yang sama yang pernah aku lakukan, tapi sayang bukan denganmu. Kamu masa lalu tapi kamu terus menjadi penghalang masa depanku. Salahkah aku begitu membanggakanmu dulu? salahkah aku begitu dalam menyayangimu, hingga sampai detik ini bayangmu menghambat setiap gerakku?
Aku masih disana dengan 1000 kenangan yang membuatku berhenti untuk melangkah menuju masa depan yang mungkin lebih bisa membahagiakanku ketimbang masa lalu bersamamu. SIapa aku dan siapa kamu saat ini? kita hanya dua insan yang tak akan pernah bisa bersatu. mengingat semua yang kita perjuangkan sia sia kala itu.
Kamu selalu membuat air mata ku terjatuh, tapi kamu juga selalu melarang orang lain menghapus luka itu, sudah puaskah kamu dengan segala upayamu membuat aku menjadi tidak berdaya? apa bayangan mu juga harus melakukan apa yang kau lakukan? Bagaimana menghentikan semua itu? bagaimana aku memulai semuanya? memulai semua tanpa kamu, agar semua kembali normal seperti saat kita tak pernah berjumpa.
Aku menjadi tak berdaya karenanya, sampai saat ini, saat dimana kamu pun tak pernah kembali menyentuh tempat itu sejak dua tahun lalu, tapi aku? apa yang sudah aku lakukan dengan terus kembali ketempat itu? sungguh menemukan kebahagiaan baru atau hanya berharap melihat mu datang persis seperti waktu itu? aku tidak yakin dengan apa yang aku pikirkan dengan apa yang akan aku lakukan.
Sosokmu masih tertanam dalam setiap ingatanku. salahkah itu? salahkan hanya karena kamu masa lalu ku?
Luka ini sudah sembuh, tidak seutuhnya tapi aku sudah bisa kembali ketempat itu untuk memulai sesuatu yang baru tanpa kamu atau bayanganmu, walau sosok mu tak pernah hilang salam ingatanku. Semua terjawab sayang ketika ia datang, bukan, bukan penggantimu tapi dia mungkin saja menjadi penggantimu. aku akan menepati janjiku dengan mendoakan kebahagiaanku tanpa aku harus berharap kamu mendoakan kebahagiaan ku kelak.
Hari ini aku resmi menutup lembar kelam bersama mu, dan aku akan membuka lembar baru yang akan aku tulis dengan setiap kebahagiaanku nanti.
Salam sayang untukmu.
aku mencintaimu <3
Sabtu, 22 Maret 2014
Malam Terakhir
Aku memang merindukanmu dikeheningan malam, merindukan suaramu yang selalu kudengar dari ujung telpon, merindukan tawa renyahmu, merindukan omelanmu, merindukan setiap kepudulianmu, dan merindukan setiap kata yang kau ucapkan. Kau begitu istimewa bagiku, kau begitu menawan dan mempesona, Jangan biarkan aku ada di keadaan sulit ini, jangan biarkan aku berpikir bahwa semuanya masih baik baik saja, jangan buat aku terus bermimpi sayang. Aku lelah hidup dalam mimpi indah dan sadar akan nyata nya hidup.
Apa arti kata sayangmu kali ini? Apa arti kepedulianmu kali ini? Apa arti hubungan kita, sayang? Aku butuh jawaban, aku butuh kepastian, aku gak bisa terus begini. Bibirmu mengucapkan sayang berulang ulang tapi matamu mengatakan rindu untuk orang lain. Bangunkan aku dari mimpi indah ini sayang. Jangan kembali sekalipun aku memohon, aku gak mau kamu kembali karena kasian, Aku BISA TANPA kamu!
Selalu ada air mata kan disetiap kisah? Air mata ini bagian dari kisah itu.
Berhentilah menjadikanku sebuah boneka yang bisa kau mainkan. Aku tau seorang wanita layaknya sebuah boneka barbie, bisa kau mainkan, kau telanjangi, kau sakiti, kau abaikan, kau buang tapi aku percaya sayang, kamu adalah laki-laki sejati yang tidak akan bermain boneka barbie!
Mungkin heningnya malam yang kurasakan itu kau rasakan disana, lalu kita sama-sama merindu dan saling menunggu untuk berbicara. Suaramu mengalun lembut malam itu, membuat aku semakin terbua oleh kata rindumu, aku menikmati malam itu, aku tak bisa terlelap, hatiku berteriak rindu, pikiranku tak lepas memikirkanmu dan kata sayangmu. Itu lah malam-malam kita tanpa kita tau jelas apa makna setiap malam-malam indah itu.
Tahukah kamu kalau aku merindukan malam-malam yang indah itu? Tapi aku sadar, itu takkan terulang.
Berbahagialah kamu orang yang paling kusayang dengan setiap pilihan dalam hidupmu.
Aku ingin ini menjadi akhir dari malam-malam indah itu. Aku akan tinggalkan zona nyaman ini, maaf bila kau tak menemukanku di zona ini. Aku harap kamu tidak menghampiriku di zona zona lain, biarkan hanya ada satu zona yang pernah kita hinggapi bersama, jangan biarkan zona-zona lain menjadi pemberhentian air mata ini.
I Love you, tempramental
I really miss you.
Senin, 17 Maret 2014
Suara Yang Tertahan
Semua terjadi begitu cepat, terima kasih untuk "ilmu" yang telah kau berikan, terima kasih untuk "pengetahuan" yang telah kau ajarkan. Kau mengajarkanku banyak hal dengan semua tingkah lakumu yang membuat aku dan seluruh isi rumah ini jengah terhadapmu.
Kamu yang selalu mereka banggakan, kamu yang selalu menjadi sorotan dan kamu yang selalu menjadi contoh lenyap bagaikan ditelan bumi hanya karena kehadirannya, hanya karena kamu memiliki dia sekarang. Aku bingung mengapa kamu bisa begitu "bodoh". Mungkin iya aku memang seorang anak kecil yang belum bisa kamu bagi masalahmu, mungkin iya aku memang seorang bocah yang belum bisa berpikir dewasa, tapi siapa yang mengajari aku menjadi orang bermulut besar kalau kamu saja sudah tak bisa menjadi cotoh sebagai orang yang bisa memegang omongan.
Omonganmu bagaikan angin lalu bagiku, semua ucapanmu pun tak ada artinya lagi bagiku. Aku lelah, sangat lelah melihat semua tingkah lakumu. Sesempurna apakah dia? Sebaik apakah dia sampai kami seperti tidak memiliki nilai lagi dimatamu? Hey perlu kamu ingat, kami lebih mengenalmu ketimbang dia yang baru saja menemuimu beberapa bulan lalu. Kami lebih mengetahui kamu, karena kita saling mengenal sejak kecil, bukan? Aku percaya suatu saat kamu akan sadar ada banyak rintihan dan teriakan yang merindukan "kamu" yang dulu. Kamu yang bisa membedakan mana yang pantas di prioritaskan dan mana yang bukan prioritas.
Aku sadar mungkin dia akan menjadi bagian dalam hidupmu, mungkin dia salah satu alasan kamu selalu tersenyum, tapi dia juga bisa jadi salah satu sumber kemarahanmu. Manusia bukan Tuhan, dia manusia dan dia bukan Tuhan. Tidak ada manusia sempurna di muka bumi ini!
Aku lelah hadapi semua ini, gak ada sedikitpun kemurnian disini, aku merasa ini semua seperti rekayasa belaka, semua yang dia lakukan seakan nyata, tapi semua yang orang lain lakukan seakan semu. Semua yang dia lakukan selalu benar dan yang orang lain lakukan selalu salah. Sesempurna itukah dirinya?
Sadarlah banyak orang yang merindukan dan menyayangi dirimu dirumah ini. Semua orang engga untuk membuka suara karena semuanya lelah dengan sikapmu yang selalu merasa benar dan selalu berpikir bahwa apa yang kamu katakan, yang keluar dari ucapan mu itu selalu benar. Kamu lupa masih ada langit di atas langit, masih ada yang terhebat di atas hebat dan masih ada yang terbaik diatas baik.
Aku mungkin bukan dia karena memang aku bukan dia, aku adalah aku yang lebih mengenalmu dan lebih mengerti kamu ketimbang dia yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. Beruntung saja di bertemu dengan mu dan seisi rumah ini.
Ingatkah semua berawal dengan baik-baik saja, itulah manusia. Begitu manis di awal tapi baru terlihat pahit begitu saling mengenal.
Kerinduan seorang adik