Aku kurang paham harus aku sebut apa perasaan ini. Aku tahu aku hanya sebutir pasir di padang pasir yang luas. Aku tahu aku hanya sebuah pelampiasanmu dari rasa sepi itu karena kamu baru saja ditinggal olehnya. Aku sadar bahwa aku tidak memiliki arti khusus dalam hidupmu, sekuat apapun aku berjuang, setangguh apapun aku mempertahankan. I'm nothing in your eyes. Ya aku memang terlalu berharap banyak bisa memilikimu, ya aku memang sangat sangat ingin kamu jadi milikku, tapi aku sadar bahwa aku bukanlah fokusmu selama ini, karena aku hanya sebuah pelampiasan sesaatmu.
Kamu yang memang memberiku harapan palsu atau aku yang terlalu mudah berharap padamu?
Tapi tahukah kamu, kamu sungguh berhasil menarikku masuk kedalam "kotak nyaman" yang kamu punya dan aku terperangkap didalamnya tanpa tahu caranya keluar dari "kotak nyaman" yang kamu punya. Aku merasa berada di dalam "kotak nyaman" yang kuncinya hanya kamu yang punya. Setelah kamu menarikku masuk terlalu dalam sekarang kamu membiarkan aku terperangkap di dalamnya dan sekarang kamu sedeng membuat kotak baru untuk orang baru, atau apakah kamu akan menaruh orang baru itu dalam kotak yang sama denganku? SIAPA AKU DIMATAMU? ADAKAH SEDIKIT SAJA FOKUSMU TERTUJU PADAKU? Aku ingin menyerah, tapi aku tidak sanggup. aku terlalu menikmati "rasa nyaman" ini. Rasa nyaman yang hanya kamu yang punya, yang hanya kamu yang bisa memberikannya.
Jangan biarkan aku terjebak disini, beritahu aku bagaimana caranya aku keluar, setidaknya ajarkan aku melompat mencari kotak nyaman baru, tanpah harus kamu menyakitiku seperti ini. Tahukah kamu sebelum kita sedeket ini aku pernah mengagumimu dari jauh. Rasa yang kupendam tumbuh dengan sedirinya. Kamu kece setiap hari, bukan cuma hari tertentu. Kedewasaanmu memancarkan setiap makna kata "kece" yang aku punya. Sadarkah kamu aku mengagumimu, aku memerhatikanmu, aku rela mengorbankan waktu dan tenagaku untuk membantu mu bangkit dari luka dalam yang diciptakan oleh mantanmu? namun apa yang kamu berikan? kamu menjatuhkanku kedalam luka dalam itu saat aku berhasil mengangkatmu dari lukamu.
Aku menangis melihatmu menghindariku, aku sedih merasa kamu tidak nyaman bersamaku, seburuk itukah aku dimatamu? setidak pantas itukah aku? bisakah kamu membantuku bangkit setelah kamu menjatuhkanku? Aku rasa ini yang disebut aku sayang kamu. aku gak punya alasan yang jelas kenapa sejak awal aku menyukaimu, mengagumimu, mencintai kedewasaanmu dan berharap suatu saat kita bisa menjadi dua orang yang mau saling berbagi. tahukah kamu dua bulan ini berarti bagiku? aku merasakan kembali rasa nyaman itu yang pernah hilang, namun sekarang aku terjebak dalam kenyamanan yang kau buat. Terima kasih untuk luka yang kamu goreskan, terima kasih untuk setiap darah luka ini. Aku menyayangimu dalam hati :"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar