Minggu, 02 November 2014

Yang Kami (perempuan) Ingin

Inilah susahnya jadi seorang perempuan, ada banyak yang harus dijaga, ada banyak yang harus dipertimbangkan. Ada banyak hal yang harus disembunyikan supaya tidak menyusahkan orang lain. Ada banyak air mata dibalik lepasnya suara tawa. Tapi itulah yang aku banggakan menjadi seorang perempuan, karena kamu laki-laki belum tentu bisa melakukan apa yang kami (perempuan) lakukan, bisa memperjuangkan apa yang kami perjuangkan dan bisa dengan sabar menjaga diri kami dan perasaan kami dari kekejaman yang kalian (laki-laki) lakukan.

Sebagaimana susahnya kami (perempuan) untuk tetap menjaga perasaan kami, lelah menunggu kepastian kalian (laki-laki), lelah harus digantungkan bak jemuran tanpa pernah diberikan sebuah harapan yang kami tunggu, lelah jika hanya bisa berharap dan selalu dijejali dengan harapan palsu dan gombalan manis yang keluar dari mulut kalian, kami hanya butuh sebuah kepastian atau setidaknya sebuah kode yang memberitahu kami apa yang harus kami lakukan, meninggalkan kalian atau bertahan dan menunggu kalian merealisasikan kode yang kalian berikan
.
Kalian bisa dengan mudah mendekatkan diri dengan siapapun, menganggap kami semua bisa kalian luluhkan, bisa dengan mudah menemukan yang baru dan meninggalkan kami, bisa dengan mudah kalian pergi dan kembali dengan gandengan baru. tahukah kalian, kami lelah? kami lelah karena yang bisa kami lakukan hanyalah menunggu kepastian yang tak kunjung kalian berikan, kami lelah jika hanya bisa memendam setiap apa yang kami rasa, sayang, rindu, ingin memiliki, tapi dengan mudah kalian hanya mengiming-imingi kami tanpa memberikan kami satu saja hal yang kami tunggu. KEPASTIAN. 

Bahagiakah kalian telah menarik ulur perasaan kami? layangan aja semakin ditarik ulur bisa putus, apalagi hati kamu yang kalian tarik ulur. Yakinkah kalian jika kami sudah pergi dan berhasil menemukan orang baru kalian bisa menerima itu? Kenapa kalian aneh, kenapa kalian seakan menginginkan kami disuatu waktu tapi kalian juga seakan tidak menginginkan kami disuatu waktu lainnya. Jangan membuat kami bingung, kami memang punya perasaan yang lebih peka dari kalian, tapi kami bukan dukun yang bisa tahu apakah kalian serius atau kalian hanya main main, atau bahkan kami hanya sebatas pelarian buat kalian. kami hanya manusia biasa seperti kalian yang ingin dimanja, karena sekuat apapun seorang perempuan dimata kalian, kami perempuan kuat itu membutuhkan sebuah perlindungan yang bisa kami dapatkan dari kalian orang yang telah memberikan kami kenyamanan.

Jangan gantungkan kami, jangan tarik ulur kami, jangan ombang ambingkan kami. Karena jika kami sudah masuk kedalam zona nyaman yang kalian berikan, kami akan susah keluar dari zona nyaman itu walaupun sudah kalian usir atau sudah ada orang baru lagi didalam zona nyaman itu :"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar