Sabtu, 07 September 2013

Tak Terganti, Kamu

Ingatkah kamu waktu awal pertemuan itu? Ingatkah kamu bagaimana kamu memperkenalkan diri mu? Semuanya terjadi begitu cepat. Ingatkah waktu awal kamu menyatakan perasaanmu? Ingatkah kamu ketika setiap saat selalu ada kata rindu untukku? Semuanya terjadi begitu cepat. Ingatkah kamu ketika kamu memelukku untuk pertama kali? Ingatkah kamu akan kecupan pertamamu? Semuanya telah hilang. Ingakah kamu sewaktu kamu menenangkanku? Akankah waktu itu terulang?

Terkadang tingkah mu membuatku jengkel, membuatku ingin membirkanmu pergi tapi semua itu tidak ingin kulakukan karena aku tau cuma kamu yang berhasil membuatku begitu menyayangimu. Pertemuan pertama denganmu akan selalu menjadi kenangan terindah dalam hidupku, perkenalan pertamamu yang paling berkesan bagiku, caramu menyatakan perasaan membuat ku terbuai, kata rindumu membuatku selalu ingin berada disampingmu, pelukanmu menghangatkanku, kecupanmu membuatku tak ingin kehilanganmu, dan caramu menenangkanku :') hanya kamu yang bisa, bukan orang lain.

Sayang waktu yang telah menentukan, semuanya sudah berakhir bukan? Semuanya tidak mungkin diulang katamu, kesalahan terbesarku adalah ketika aku membiarkanmu pergi, semua kulakukan hanya karena aku lelah terus bertahan sendiri, tapi ternyata itu sebuah penyesalan terbesar. Tapi apa daya? aku lelah kalau terus harus bertahan dan berjuang sendiri sedangkan kamu telah menyerah untuk berjuang. Apa yang aku pertahankan? kamu ? kita? atau cinta?

Ketika kamu benar-benar mengabulkan permintaanku untuk berjalan masing-masing akulah yang paling merasakan sebuah kekecewaan, dari keputusan itu aku tau bahwa kamu memang tidak pernah memperjuangkanku, kamu telah menyerah :) tapi sadarkah kamu, aku bertahan tanpamu, aku berjuang tanpamu, sejak kepergian mu tidak ada penggantimu sampai detik ini. Bukan karena aku kesepian tapi karena aku menolak semua yang datang kepadaku.

Waktupun menyadarkanku bahwa kau sudah menjadi milik orang lain dan disini lah aku belajar untuk berhenti bertahan, berhenti berjuang, dan berhenti munggumu kembali. Aku mulai membangun sebuah tembok kokoh yang aku tau tidak mungkin seorangpun dapat meruntuhkannya, tapi aku salah. 3 bulan setelah kepergian mu kau kembali dengan segala pesonamu. Kamu menghancurkan tembok yang sudah dengan susah payah aku bangun. Sadarkah apa yang telah kau lakukan? Kamu membuka luka lama yang hampir mengering, luka yang hampir sembuh. Walau aku percaya suatu saat ada penggantimu di hatiku tapi bukan untuk sekarang. Walau sekarang aku sudah menyerah aku masih tidak ingin kehilanganmu. Kemabalinya dirimu bukan berarti kembalinya hubungan kita. Aku tidak berharap semuanya kembali menjadi seperti duli, aku hanya tidak ingin kau pergi untuk kedua kalinya, aku hanya tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya. Seperti yang kau katakan "Sesuatu yang sudah hancur sekalipun diperbaiki tidak akan pernah bisa kembali seperti baru, sama dengan hati." aku paham kata-katamu.

Ketika kamu kembali kepadaku untuk berjuang kini aku yang sudah lelah dan aku sudah menyerah :')
I'm give up to stay. but i still love you so much. Tapi kamu tenang saja kenangan tidak akan pernah pergi dia akan tetap pada tempatnya dan aku tidak akan dengan mudah melupakan semua kenangan yang telah kita buat dengan indah. Aku masih menyimpan kenangan itu disini (read:hati) dan kamu tidak akan pernah tergantikan karena tidak ada yang seperti kamu di dunia ini. 200 juta jiwa di indonesiapun berbeda dengan kamu yang hanya seorang, karena yang seperti kamu hanya di ciptakan Tuhan satu, KAMU. Aku berharap kamu melakukan hal yang sama.
Ingat kalau memang kita jodoh kita akan dipertemuakan kembali dengan waktu dan kesempatan yang berbeda. Love you.


"Jangan menyia-nyiakan orang yang sayang sama kamu hanya demi dia yang kamu suka, karena dia yang kamu suka juga akan meninggalkan kamu demi orang yang dia sayang"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar