Dia yang telah mengorbankan hidup dan matinya hanya untuk kelahiranmu kedunia, dia yang sudah berjuang membesarkanmu walau harus bersusah payah setiap hari, dia yang selalu ada saat kau butuh sesibuk apapun dia, dia yang selalu mau mendengarkan ceritamu sekalipun itu membosankan baginya, dia yang selalu mau menjadi orang pertama yang mengusap air matamu saat kamu merasa sedih, dia yang selalu mau memberitaumu pengalaman hidupnya agar kamu tidak salah langkah dalam menjalani hidupmu.
Dia yang selalu kamu bohongi jika kamu ingin melakukan sesuatu yang ia larang, dia yang selalu kamu buat menangis karena mengkhawatirkanmu, dia yang selalu takut kamu salah dalam bergaul, dia yang selalu kamu kecewakan dengan segala perilakumu, dia yang selalu kamu nomer duakan padahal dia selalu menjadikanmu nomor satu salam hidupnya, dia yang selalu kamu lupakan namanya dalam doamu walaupun dia tak pernah lupa menyebutkan namamu dalam setiap isi doanya. Dia adalah malaikat tanpa sayap yang selalu memberikanmu maaf sebelum kamu memintanya. Dia adalah seorang wanita mulia yang Tuhan ciptakan di dalam dunia ini,
Dia adala IBU, seorang wanita yang tak pernah mengeluh dalam kelelahannya, seorang wanita yang tidak pernah terlihat lelah di depan orang-orang yang ia sayanag, seorang wanita yang selalu mau terlihat baikbaik saja walau dia dalam keadaan terrapuh dalam hidupnya, seorang wanita yang selalu memanjakanmu, seorang wanita yang takkan pernah rela melihatmu kesakitan.
Berterima kasihlah pada ibumu karena tanpa dia kita tidak mungkin ada saat ini, karena dengan pengorbanannya mempertaruhan nyawanya kita dapat melihat dunia ini, kita dapat merasakan menjadi anak kecil yang lucu, anak remaja yang dewasa dan kita dapat merasakan fantasi dalam hidup.
Thank you so much MOM, karena dengan begitu banyak pengorbanan yang kau berikan aku bisa tumbuh menjadi anak remaja sempurna, sempurna di matamu :")
I LOVE YOU SO MUCH MOMMY :* You are my ANGEL in the earth
Thank you because you always love me and you always pray for me and my future {}
Bagaimana caranya kita melihat masa depan kalau kita terlalu sibuk mengurusi masa lalu kita? -Oni-
Senin, 16 September 2013
Berhenti Berharap :')
Seiring berjalannya waktu aku sadar, ada kalanya terkadang yang terbaik adalah "menerima". Menerima setiap keadaan yang sudah terjadi, menerima segala keputusan yang sudah diambil. Menerima sesuatu yang mungkin bukan yang diinginkan.
Ada kalanya juga terkadang yang terbaik adalah "melepaskan". Melepaskan segala sesuatu yang memang harus dilepas. Sekarang sudah saatnya aku harus melepaskan, merelakan semua yang sudah pernah terjalanin.
Sudah lama aku mencoba bertahan dan meyakinkan diriku sendiri bahwa kamu yang terbaik tapi kini ku sadar aku lelah aku tau aku tak bisa memilikimu karena memang bukan ini jalannya dan sekarang aku mencoba melupakanmu karenaku tau kau bukan milikku, Akupun mencoba untuk berhenti berharap karenaku tau cintamu yang dulu bukan lagi untukmu, cintamu yang dulu bukan lagi milikku.
Lelah ku berhaap setelah segala sesuatu yaang kulakukan untukmu terlihat sia-sia dan tak bermakna, walau ku tau hatiku hanya milikmu. Walau kutau kamu takkan pernah kembali. Tapi aku selalu tersenyum setiap kali bisa menatapmu walau dari kejauhan. Setiap kali bisa melihatmu dalam keadaan baik-baik saja meski tanpaku. Aku berhenti berharap tapi aku tak pernah berhenti untuk peduli denganmu.
Terima kasih buat segala sesuatu yang kau ajarkan kepadaku, mengajarkan ku untuk bisa menjadi wanita yang lebih tegar, wanita yang lebih dewasa dengan berlajar untuk bisa melepaskanmu, berhenti berharap kapadamu dan belajar untuk jauh menjadi wanita yang lebih pintar.
Ini janjiku "aku berhenti berharap, berhenti meminta dan berhenti memohon agar kau kembali." Tapi satu pintaku padamu, jangan pernah hancurkan semua janjiku dengan kembali kedalam hidupku saat kau kesepian dan saat tak ada yang peduli padamu, karena kamu sendiri tau tanpa kembalinya kamu, aku akan tetap peduli sama kamu walaupun secara diam diam dari kejauhan.
Aku sadar bahwa aku akan sendiri, tetapi mungkin ini lebih baik karena apalah arti nya kita bersama tetapi dalam kesemuan yang tiada ujung?
ku lepaskanmu dengan segenap jiwaku tanpa ada dusta. Cinta ini abadi, Kenangan ini takkan hilang. Hanya saja pelaku di dalamnya yang harua pergi meninggalakn kenangan tersebut.
Selamat jalan, raihlah kebahagiaanmu :')
Aku mencintaimu, menyayangimu, kemarin, sekarang dan selamanya :')
Ada kalanya juga terkadang yang terbaik adalah "melepaskan". Melepaskan segala sesuatu yang memang harus dilepas. Sekarang sudah saatnya aku harus melepaskan, merelakan semua yang sudah pernah terjalanin.
Sudah lama aku mencoba bertahan dan meyakinkan diriku sendiri bahwa kamu yang terbaik tapi kini ku sadar aku lelah aku tau aku tak bisa memilikimu karena memang bukan ini jalannya dan sekarang aku mencoba melupakanmu karenaku tau kau bukan milikku, Akupun mencoba untuk berhenti berharap karenaku tau cintamu yang dulu bukan lagi untukmu, cintamu yang dulu bukan lagi milikku.
Lelah ku berhaap setelah segala sesuatu yaang kulakukan untukmu terlihat sia-sia dan tak bermakna, walau ku tau hatiku hanya milikmu. Walau kutau kamu takkan pernah kembali. Tapi aku selalu tersenyum setiap kali bisa menatapmu walau dari kejauhan. Setiap kali bisa melihatmu dalam keadaan baik-baik saja meski tanpaku. Aku berhenti berharap tapi aku tak pernah berhenti untuk peduli denganmu.
Terima kasih buat segala sesuatu yang kau ajarkan kepadaku, mengajarkan ku untuk bisa menjadi wanita yang lebih tegar, wanita yang lebih dewasa dengan berlajar untuk bisa melepaskanmu, berhenti berharap kapadamu dan belajar untuk jauh menjadi wanita yang lebih pintar.
Ini janjiku "aku berhenti berharap, berhenti meminta dan berhenti memohon agar kau kembali." Tapi satu pintaku padamu, jangan pernah hancurkan semua janjiku dengan kembali kedalam hidupku saat kau kesepian dan saat tak ada yang peduli padamu, karena kamu sendiri tau tanpa kembalinya kamu, aku akan tetap peduli sama kamu walaupun secara diam diam dari kejauhan.
Aku sadar bahwa aku akan sendiri, tetapi mungkin ini lebih baik karena apalah arti nya kita bersama tetapi dalam kesemuan yang tiada ujung?
ku lepaskanmu dengan segenap jiwaku tanpa ada dusta. Cinta ini abadi, Kenangan ini takkan hilang. Hanya saja pelaku di dalamnya yang harua pergi meninggalakn kenangan tersebut.
Selamat jalan, raihlah kebahagiaanmu :')
Aku mencintaimu, menyayangimu, kemarin, sekarang dan selamanya :')
Sabtu, 14 September 2013
Wanita bukan BONEKA :'D
Jangan berpegang dengan cowok yang gak punya prinsip. Kalau dia aja gak punya prinsip dalam hidupnya gimana dia mau punya prinsip buat hidup berdua dengan pasangannya?
Untuk apa mengharapkan cowok yang gak bisa dengan tegas memberi kepastian? Kalau baru pacaran aja gak bisa ngasih kepastian, apakah masa depan pasangan nya menjadi PASTI di tangannya?
Untuk apa mengharapkan orang yang sama sekali tidak mengharapkan kamu? Untuk apa mencintai seseorang yang bahkan selalu saja menyakiti kamu?
Kalau memang sayang dia akan memberi kepastian, kalau emang sayang dia pasti meyakinkan masa depanmu dengan PASTI dan kalau dia memang sayang dia gak bakalan labil waktu ditanya "bagaimana hubungan ini?", satu lagi kalau emang dia sayang sama kamu dia akan peduli dan gak akan pernah nyakitin kamu sedikitpun.
Kekecewaan yang diberikan membuat hati seorang wanita menjadi terluka, tapi begitu kata maaf terlontar hati wanita akan luluh, memaafkan dan membiarkan pria itu menyakitinya untuk kesekian kalinya. Jangan bodoh dengan membiarkannya menyakitimu berulang kali. Jangan bodoh dengan mendiamkan semua kesalahannya yang membuatmu kecewa.
Bersikaplah lebih pintar dengan menunjukan bahwa kamu bisa tanpa dia, jangan biarkan dia melihat bahwa kamu wanita yang lemah yang bisa dia perlakukan seenak jidat. Wanita BUKAN BONEKA yang bisa di datengi sesuka hati dan di tinggalkan begitu saja. Kalaupun wanita di ibarahkan BONEKA BARBIE yang bisa ditelanjangin, dimainin, dibeliin baju, dan di injek-injek tapi inget PRIA SEJATI TIDAK BERBAIN BARBIE!
Wanita juga bukanlah barang yang bisa seenaknya diperlakukan, disayang saat dibutuhkan dan di buang saat tidak dibutuhkannya.
Wanita gak perlu dan gak butuh cowok labil yang gak berprinsip dan yang gak punya prinsip dalam hidupnya. Cowok-cowok semacam itu hanya pantaas buat dilupain dan gak perlu diingat keberadaannya :') atau bahkan gak perlu diinget kalau mereka pernah ada di dunia :")
Kalau kamu gak bisa terlihat lebih pintar di depan mereka, terlihat lah lebih dewasa dan lebih bisa berpikir secara matang agar mereka malu dengan apa yang telah mereka lakukan.
KARMA DOES EXIST :'D
Untuk apa mengharapkan cowok yang gak bisa dengan tegas memberi kepastian? Kalau baru pacaran aja gak bisa ngasih kepastian, apakah masa depan pasangan nya menjadi PASTI di tangannya?
Untuk apa mengharapkan orang yang sama sekali tidak mengharapkan kamu? Untuk apa mencintai seseorang yang bahkan selalu saja menyakiti kamu?
Kalau memang sayang dia akan memberi kepastian, kalau emang sayang dia pasti meyakinkan masa depanmu dengan PASTI dan kalau dia memang sayang dia gak bakalan labil waktu ditanya "bagaimana hubungan ini?", satu lagi kalau emang dia sayang sama kamu dia akan peduli dan gak akan pernah nyakitin kamu sedikitpun.
Kekecewaan yang diberikan membuat hati seorang wanita menjadi terluka, tapi begitu kata maaf terlontar hati wanita akan luluh, memaafkan dan membiarkan pria itu menyakitinya untuk kesekian kalinya. Jangan bodoh dengan membiarkannya menyakitimu berulang kali. Jangan bodoh dengan mendiamkan semua kesalahannya yang membuatmu kecewa.
Bersikaplah lebih pintar dengan menunjukan bahwa kamu bisa tanpa dia, jangan biarkan dia melihat bahwa kamu wanita yang lemah yang bisa dia perlakukan seenak jidat. Wanita BUKAN BONEKA yang bisa di datengi sesuka hati dan di tinggalkan begitu saja. Kalaupun wanita di ibarahkan BONEKA BARBIE yang bisa ditelanjangin, dimainin, dibeliin baju, dan di injek-injek tapi inget PRIA SEJATI TIDAK BERBAIN BARBIE!
Wanita juga bukanlah barang yang bisa seenaknya diperlakukan, disayang saat dibutuhkan dan di buang saat tidak dibutuhkannya.
Wanita gak perlu dan gak butuh cowok labil yang gak berprinsip dan yang gak punya prinsip dalam hidupnya. Cowok-cowok semacam itu hanya pantaas buat dilupain dan gak perlu diingat keberadaannya :') atau bahkan gak perlu diinget kalau mereka pernah ada di dunia :")
Kalau kamu gak bisa terlihat lebih pintar di depan mereka, terlihat lah lebih dewasa dan lebih bisa berpikir secara matang agar mereka malu dengan apa yang telah mereka lakukan.
KARMA DOES EXIST :'D
Minggu, 08 September 2013
Kamu Kembali II :'>
"Perasaan itu gak pernah hilang, hanya bisa berkurang itupun SEDIKIT!"
Kamu kembali setelah sekian lama menghilang dari kehidupanku, aku senang, tapi sudah kita ketahui bahwa kita takkan pernah bisa bersama. aku bahagia perlakuan mu tidak berubah, aku bahagia kamu masih ingat semua janjimu, bahkan aku bahagia saat kau bilang perasaan itu tak pernah hilang tapi hanya berkurang walauppun hanya sedikit. Mungkin logika kita berpikir kita takkan pernah bersama, tapi hati ini selalu berteriak agar kita saling bersama. Tapi apa daya sesuatu yang sudah pernah pecah sulit untuk disatukan :) walaupun bisa tapi pasti tidak sempurna. Akupun telah melupakan kekecewaanku, aku sudah memaafkan semua kebohonganmu, aku sedang berjalan meninggalkan kenangan manis dan pahit itu disana. Mungkin suatu saat kita akan dipertemukan dikenangan itu walau hanya menjadi sebuah kenangan yang tak kita miliki lagi.
Perasaanku juga masih sama denganmu, tidak hilang, bahkan tidak berkurang, tapi maaf aku tak bisa berbuat apa apa lagi saat ini. Aku takut semuanya akan terulang, mungkin ini memang yang terbaik buat aku, kamu. Buat KITA. Aku percaya suatu saat nanti akan ada hari dimana kita bisa saling melepaskan dan menghilangkan semuanya, seutuhnya, bukan hanya berkurang tapi hilang.
Jangan sesali yang memang pernah terjadi, menyesal hanya akan membuang waktumu, membuatmu menjadi semakin tak berdaya, biarkanlah ini berjalan. Biarkan ini jadi kenangan kita berdua, biarkan ini jadi sejarah yang akan kita simpan.
Semoga dengan kembalinya kamu, aku gak stuck disini. Semoga dengan kembalinya kamu itu bisa jadi motivasi buat hidup aku. Gak selamanya mantan jadi musuh dan gak selamanya masa lalu gak boleh di jumpai kan ?
aku cuma mau bilang sama kamu "Welcome back to my LIFE!"
I still love you, but i give uo to stay with you:).
Sabtu, 07 September 2013
Cinta Semu ?
Sulit bagiku mengerti arti cinta yang sesungguhnya. Apa sebenarnya cinta itu? Bahagia? Menderita? Tertawa? Menangis? Suka? Duka? Apa sesungguhnya makna cinta sebenarnya. Aku hanya seorang remaja yang ingin merasakan cinta, apa cinta akan selamanya menyakitkan?
Semua manusia berhak kan merasakan dicintai? disayangi? tapi mengapa cinta harus selalu di akhir dengan perpisahan? untuk apa ada pertemuan kalau selalu berakhir pada perpisahan?
Semua berawal pada pertemuan di dunia maya yang membuatku terlalu menikamatinya yang membuatku terlena dengan indahnya dunia maya. dunia itu membuatku nyaman dan sulit keluar dari zona nyaman itu. Dunia yang sebenarnya tidak nyata, dunia yang sebenarnya kejam itu telah membuatku nyaman dan enggan untuk keluar dari dunia yang sebenarnya cukup kejam itu. Ada apa disana? Jawabannya cuma satu. Ada DIA!
Aku gak pernah tau kalau rasa nyaman itu telah merasuk dalam diriku, aku tidak pernah percaya bahwa aku akan merasakan kenyamanan yang berujung pada rasa sayang, rasa sayang yang semu yang sebenarnya tidak pernah aku gapai, rasa sayang yang tidak pernah diawali dengan pertemuan yang nyata, hanya pertemuan-pertemuan semu yang terjadi, namun mengapa cinta hadir dari pertemuan semu itu?
Awalnya aku tidak percaya aku menyayanginya, aku hanya menyukai sikap supelnya sikanya yang tidak pernah menyerah mengejar-ngejarku. Hingga akhirnya tiba saat itu dimana dia memintaku untuk menjadi kekasihnya. Siapa dia sebenarnya? dan apa dia mengenal diriku yang sebenarnya? satu hal yang sebenarnya kami tau adalah kami tidak akan pernah bisa bersatu karena satu alasan. Perbedaan. Tapi apa yang kami lalukan ? apa yang telah aku dan dia lakukan. kami sama -sama mencoba untuk berjalan bersama. menjalin hubungan yang lebih serius dan saling berbagi sayang satu sama lain. Kami bertekad akan memperjuangkan segalanya akan berusaha untuk meruntuhkan perbedaan yang ada dan tetap bersatu selamanya. tapi inilah bodohku cinta dunia maya cinta yang semu bukan cinta yang sesungguhnya. cinta yang hadir hanya karena rasa nyaman yang sama sama kami buat tapi bukan sampai perkenalan akan pribadi lepas pribadi masing-masing. kami menjalin hubungan pacaran namun kami belum mengenal satu sama lain. APA YANG TELAH AKU LAKUKAN DALAM HIDUPKU? APA INI KEPUTUSAN YANG BENAR?
Sebulan kami menjalankan semuanya, kami menjadi pasangan yang paling menyenangkan, membuat orang lain iri melihat aku dan dia, padahal hanya di dunia maya dunia yang tidak nyata. kami selalu telponan selalu memberi perhatian, mensupport satu sama lain. menunjukan kepudulian sampai akhirnya aku mengetahui satu hal tentang hidupnya kalau dia sudah pernah menikah dan sekarang dalam kasus perceraian. salahkah aku? aku kah perusak hubungan rumah tangga mereka? aku kah penyebab semuanya? taku meyakinkan diriku bahwa ini semua hanya mimpi buruk tapi tidak semuanya nyata. tapi aku memilih untuk bertaha bersamanya. walau sekali lagi kami tahu perbedaan kami terlalu jauh. kenapa harus ada perbedaan?!
Hubungan kami tidak lagi indah, tidak lagi sama seperti sebelumnya. kami jadi saling cuek, jadi saling diam, jadi lebih sering tidak ingin tahu, bukan kami lebih tepat nya DIA ! Aku sungguh menyayanginya aku sungguh tak ingin kehilangan dirinya. aku nyaman bersamanya. Aku bertahan sampai suatu ketika aku mengetahui dirinya menduakan ku dengan seorang cewek yang mungkin lebih dewasa dariku, apa yang laki-laki inginkan? aku tahu kami LDR kami tidak dekat bahkan kami tidak bisa saling menyentuh tapi apa yang ia dapat dari wanita yang juga jauh dari jangkauannya itu. Aku masih bertahan untuk cintaku, cinta nyata ku dibalas dengan kesemuan.
8 bulan hubungan kami berjalan sampai akhirnya aku mengetahui kebohongannya. kebohongan kecil memang tapi itu sangat menyakitkan bagiku, aku tidak pernah membohonginya aku berusaha memberi yang terbaik untuknya tapi ap ? dia membohongiku dia meruntuhkan seluruh kepercayaanku, dia semakin cuek dan aku mulau tidak betah dengan ini. akhirnya aku memutuskan bahwa kami harus berpisah aku harus merelakannya karena aku tahu cintanya tidak nyata bagiku cintanya semu. Apa yang terjadi pada diriku selanjutnya? aku hancur aku runtuh bahkan dia mengiyakan ajakan putusku dia selalu beralasan kami berbeda kamu berbeda jauh kami tidak sama dan tidak akan pernah bisa bersatu. Aku yakin aku dan dia bisa bersatu kalau kita sama sama ingin berjuang tapi aku tahu dia telah menyerah dan sepertinya aku juga harus menyerah.
2 minggu pertama setelah putus aku sedikit bisa menerima dan melupakannya tapi apa? setelah susah payah aku merelakan dia, dia kembali membuatku rapuh dan hancur kembali datang dengan sederet mimpi buruk bagiku, dia telah memiliki penggantku, seorang wanita yang mungkin sama denganku dan berbeda dengan nya. kenapa?! kenapa harus wanita itu?! kenapa bukan aku? aku merindukannya.
ini kali terakhir aku akan berusaha sebisa ku merelakan dia untuk orang baru itu untuk pilihannya yang mungkin memang bukan aku. Thank you for loving me. I (still) love you ..
makasih buat cinta semu yang kamu berikan tapi disini cintaku nyata buat kamu. aku yakin aku akan bertemu seseorang yang lebih baik..
Rasa sakit mengajarkan ku arti cinta yang sesungguhnya. perpisahan ada karena pertemuan juga ada. tidak selamanya perpisahan berakhir sedih namun mungkin perpisahan adalah awal yang baik untuk membuat pertemuan selanjutnya jauh lebih baik :D
Penyesalan?
Setelah sakit hati yang begitu dalam, setelah perpisahan yang tak mungkin bisa disatukan kembali semuanya terjadi bagaikan tamparan bagiku. Semuanya terlihat sia-sia. 8 bulan yang begitu penuh perjuangan hanya berakhir dengan satu kata, satu pengkhianatan, satu kebohongan dan semua pengorbanan itu dibalas dengan ketidak setiaan. Menyakitkan memang tapi apa arti semuanya jika terus dipertahankan namun tak ada perubahan? Aku memang lemah karena aku masih berharap semuanya bisa kembali terulang. Aku munafik bila aku berpura-pura tegar saat ada wanita lain yang bisa menggantikan posisiku. Aku terlihat bodoh ketika aku terus memikirkanmu padahal diotakmu sudah tidak ada aku. Dan aku kehilangan kepekaanku karena otakku hanya menerima namamu dan wajahmu. Tanpa aku sadari ketika kamu terlalu sering menyakitiku ada seseorang yang begitu tulus memerhatikanku, tidak ingin melihat aku terluka semakin dalam karena perlakuanmu. Tapi kepekaanku berkurang karena rasa sayangku yg begitu dalam kepadamu sapai aku tidak menyadari perhatian orang itu melebihi perhatianmu kepadaku.
Tapi apa ? Saat aku sadar akan hal itu semuanya telah terlambat. Ada wanita lain yang lebih berani dariku dan menyatakan perasaannya. Lagi dan lagi aku harus merasa bodoh. Mungkin jodoh memang tak kemana tapi kebodohan ini mendatangkan penyesalan dalam hidupku. Keterlambatan itu membuatku menyesal, menyesal begitu dalam. Entah aku harus bagaimana lagi tapi yang jelas aku mau waktu diulang atau sedikitnya beri aku kesempatan agar aku tidak mengulangi kebodohanku. Aku menyadari sekarang semakin aku sibuk dengan masa lalu aku tidak akan bisa melihat masa depan yang telah Tuhan siapkan untukku. Namun apa daya? Aku hanya manusia biasa. Tapi ini janji terhadap diriku sendiri aku tidak akan mengulangi kebodohanku untuk kesekian kalinya karena aku yakin Tuhan menyiapkan masa depan indah bagiku.
Penyesalan, kesalahan adalah awal menjadi seseorang yang lebih baik.
Pengalaman, masa lalu mengajarkan kita untuk bahagian dimasa depan.
Bahagia itu bagaimana kita merasakan rasa sakit dan ketulusan yang sesungguhnya. :D
Tapi apa ? Saat aku sadar akan hal itu semuanya telah terlambat. Ada wanita lain yang lebih berani dariku dan menyatakan perasaannya. Lagi dan lagi aku harus merasa bodoh. Mungkin jodoh memang tak kemana tapi kebodohan ini mendatangkan penyesalan dalam hidupku. Keterlambatan itu membuatku menyesal, menyesal begitu dalam. Entah aku harus bagaimana lagi tapi yang jelas aku mau waktu diulang atau sedikitnya beri aku kesempatan agar aku tidak mengulangi kebodohanku. Aku menyadari sekarang semakin aku sibuk dengan masa lalu aku tidak akan bisa melihat masa depan yang telah Tuhan siapkan untukku. Namun apa daya? Aku hanya manusia biasa. Tapi ini janji terhadap diriku sendiri aku tidak akan mengulangi kebodohanku untuk kesekian kalinya karena aku yakin Tuhan menyiapkan masa depan indah bagiku.
Penyesalan, kesalahan adalah awal menjadi seseorang yang lebih baik.
Pengalaman, masa lalu mengajarkan kita untuk bahagian dimasa depan.
Bahagia itu bagaimana kita merasakan rasa sakit dan ketulusan yang sesungguhnya. :D
Distance:)
Inikah yang disebut cinta? Datang tanpa diketahui dan pergi dengan meninggalkan luka yang dalam? Inikah yang membuat semuanya berakhir? Inikah yang disebut cinta harus mengalah?
Pertemuan tanpa "salam", perpisahan tanpa "pamit". Jarak membuatku harus terus mengalah dan membiarkan mu pergi. Bukankah jarak tidak dapat disalahkan? Bukankah "kita" yang telah memilih untuk seperti ini? Tapi mengapa kita juga yang membatalkan pilihan itu?
Pertemuan tanpa "salam", perpisahan tanpa "pamit". Jarak membuatku harus terus mengalah dan membiarkan mu pergi. Bukankah jarak tidak dapat disalahkan? Bukankah "kita" yang telah memilih untuk seperti ini? Tapi mengapa kita juga yang membatalkan pilihan itu?
Kamu datang, menyita semua waktuku, mengambil alih semuanya, mengatur jam makanku, mengatur kemana aku harus pergi, menjadi dokter bagiku, menjadi sahabat yang paling baik, menjadi seorang kakak yang aku dambakan, menjadi ibu yang memberiku kasih, menjadi ayah yang menjagaku dan dalam waktu singkat aku sudah terbiasa dengan perhatianmu yang menurut banyak orang itu "berlebihan" tapi tidak bagiku. Aku merasa disayang di perhatikan di pedulikan olehmu. Inilah yang aku inginkan sampai detik ini.
Tapi dengan seribu langkah kau pergi. Tanpa pamit dan membiarkan ku menunggu mu dengan semua ketidakpastian. Bukankah kau datang juga tanpa salam? Apa sekarang harus juga pergi tanpa pamit? Aku rindu semua perhatianmu, ketika kamu menjadi ibuku, ketika kamu menjadi ayahku, ketika kamu menjadi kakakku, bahkan ketika kamu menempatkan dirimu sebagai sahabatku.
Beri aku satu kata agar aku melepasmu dengan sepenuhnya. Beri aku kata pamit walau hanya sekedar kata "BYE" itu saja sudah cukup. Aku tidak membutuhkan kata "HAI"mu lagi. Karena itu tandanya kau akan datang dan pergi.
Jarak membuat mataku tidak dapat melihatmu, membuat setiap jemariku tidak dapat menyentuh kelembutan wajahmu, membuat pikiranku selalu melayang jauh diatas batas. Aku mengawasimu dari jauh tapi aku tidak pernah tahu apakah kamu jujur atau kamu berbohong. Aku menutup mata dan menulikan telinga agar aku tidak berpikir negatif tetangmu.
Semua kepercayaan kuberikan kepadamu, semua perjuanganku aku lakukan untuk kebahagian "kita" yang aku tahu tidak mungkin pernah terjadi, tapi sekali lagi. Aku pura-pura tidak tahu. Aku berusaha menikmati kesemuan yang kau ciptakan dan kau benar-benar menikmati ketulusan yang aku ciptakan.
Aku masih ingat sewaktu kamu datang tanpa salam dan membuatku tak ingin melepasmu padahal aku tidak mengenalmu dan kamu tidak mengenalku. Tapi semua seakan mengalir bagai air, perlahan kau mulai memahami duniaku dan akupun begitu sebaliknya. Tapi hanya sebatas itu, semuanya tidak pernah berjalan lebih dari yang kita harapka.
Jarak memaksa kita untuk menyerah. Tapi pilihanku bertahan bukan menyerah, sayang pemikiran kita berbeda, ketika aku memilih bertahan kau memilih untuk menyerah.
Sudahlah semuanya sudah terjadi. Tidak akan ada lagi pertemuan kedua di antara kita. Pilihan mu untuk menyerah tidak salah ternyata karena mungkin sekarang "kita" sudah menemukan kebahagian dan ketulusan yang sesungguhnya yang tidak kita dapatkan satu sama lain ketika kita bersama.
Beri aku satu kata agar aku melepasmu dengan sepenuhnya. Beri aku kata pamit walau hanya sekedar kata "BYE" itu saja sudah cukup. Aku tidak membutuhkan kata "HAI"mu lagi. Karena itu tandanya kau akan datang dan pergi.
Jarak membuat mataku tidak dapat melihatmu, membuat setiap jemariku tidak dapat menyentuh kelembutan wajahmu, membuat pikiranku selalu melayang jauh diatas batas. Aku mengawasimu dari jauh tapi aku tidak pernah tahu apakah kamu jujur atau kamu berbohong. Aku menutup mata dan menulikan telinga agar aku tidak berpikir negatif tetangmu.
Semua kepercayaan kuberikan kepadamu, semua perjuanganku aku lakukan untuk kebahagian "kita" yang aku tahu tidak mungkin pernah terjadi, tapi sekali lagi. Aku pura-pura tidak tahu. Aku berusaha menikmati kesemuan yang kau ciptakan dan kau benar-benar menikmati ketulusan yang aku ciptakan.
Aku masih ingat sewaktu kamu datang tanpa salam dan membuatku tak ingin melepasmu padahal aku tidak mengenalmu dan kamu tidak mengenalku. Tapi semua seakan mengalir bagai air, perlahan kau mulai memahami duniaku dan akupun begitu sebaliknya. Tapi hanya sebatas itu, semuanya tidak pernah berjalan lebih dari yang kita harapka.
Jarak memaksa kita untuk menyerah. Tapi pilihanku bertahan bukan menyerah, sayang pemikiran kita berbeda, ketika aku memilih bertahan kau memilih untuk menyerah.
Sudahlah semuanya sudah terjadi. Tidak akan ada lagi pertemuan kedua di antara kita. Pilihan mu untuk menyerah tidak salah ternyata karena mungkin sekarang "kita" sudah menemukan kebahagian dan ketulusan yang sesungguhnya yang tidak kita dapatkan satu sama lain ketika kita bersama.
See you :*
Kau kembali? :)
Kamu kembali dengan sejuta janji lama. Aku hargai setiap janjimu. Aku bahagia kamu mengingat setiap janjimu dulu. Kehadiranmu yang ke dua ini membuatku senyum-senyum sendiri, tak bisa ku pungkiri aku senang dengan kehadiranmu. Walau aku juga tau kamu hanya mencari ku karena dia meninggalkan mu. Apa yang telah kau lakukan sampai dia pergi dari hidupmu? Apa kamu sudah merasakan kehilangan? Perasaan yg sama seperti yang aku rasakan ketika kau meninggalkanku? Apa kamu juga melakukan penyelidikan dektetif terhadap profile facebook dan twitter nya sama seperti yang aku lakukan?
Mengapa kamu mencari aku ? Mengapa bukan orang lain yang kamu cari? Mengapa kamu datang hanya untuk menggoreskan luka ? Aku lelah menyembuhkan luka ini sendirian. Apa kamu tau perjuanganku menyembuhkan luka yang telah kau toreh di masa lalu ? tapi kenapa sekarang kamu kembali dan membuat torehan yang baru?
Kehadiranmu membuatku labil, membuatku berpikir kau masih menyayangiku, membuatku berpikir seakan-akan kamu belum bisa melupakanku, padahal kenyataannya aku hanya kau jadikan "tempat sampah" tempat kamu mencurahkan kesedihan mu tanpa berpikir tentang perasaan ku, tentang rasa sakit yang semakin mendalam saat mendengar semua cerita mu. Apa yang telah ia lakukan sampai kamu seperti kehilangan emas langka? Mengapa kamu tidak merasa seperti itu ketika aku yang meninggalkanmu?
Tapi sekarang dengan kehadiranmu mencari ku ketika dia meninggalkanmu aku sadar hanya aku yg bisa kau jadikan "tempat sampah" tapi aku menerimamu kok. Aku siapa jadi "tempat sampahmu".
Selama kamu bahagia aku akan bahagia. Karena sekuat apapun aku melupakanmu, kamu tetap akan ada di hati ku dan aku akan kembali mengingatmu hanya dengan kamu muncul di depanku dan menanyakan kabarku. Semudah itukan membuat ku luluh di depanmu? Hanya dengan muncul dan menampakan dirimu di depanku dan semua pertahananku untuk tidak mengingatmu runtuh seketika. Saat kamu sedih menoleh lah kebelakang, dan kamu akan menemukan aku tersenyum dan menunggu mu kemabali untuk menceritakan semua kesedihanmu.
Sadarkah kamu kehadiranmu hanya membuka luka lama yang telah mengering dalam hatiku? Sadarkah kamu kehadiranmu hanya menyakiti perasaanku? Jangan kembali hanya untuk menyakitiku, jangan kembali hanya untuk menunjukan bahwa kamu tidak bahagia dengan dia, jangan kembali hanya untuk memberitahuku bahwa dia tidak sebaik aku, karena akupun telah gagal mempertahankanku.
Move on dari kamu itu bukanlah sekedar melupakanmu tapi bagaimana aku bisa merelakanmu. Aku bisa pergi dengan langkah tegar ketika aku tau dia bisa membuatmu bahagia dan dia bisa lebih baik dari aku yang tidak berhasil mempertahankanmu, tapi kembalinya dirimu membuatku semakin menyesal karena merelakanmu untuknya. Karena dia pun tidak berhasil mempertahankanmu.
Jangan bersedih aku yakin kamu bisa merelakan dia seperti aku merelakanmu. Jangan mencoba melupakannya karena semakin kamu berusaha melupakan dia kamu akan semakin merasa sayang sama dia. Berusaha lah untuk merelakan dia bahagia dengan orang lain. Terkadang cinta memang tidak harus memiliki kan? Relakan dia demi kebahagiaannya dan kamu akan menemukan kebahagiaanmu :)
Terima kasih pernah hadir dalam hidupku dan terima kasih telah mengajarkan aku merelakanmu sehingga aku bisa memberi tahu mu bagaimana merelakan seseorang yang kita sayang.
Luka yang kamu toreh cukup mendewasakan diriku. Aku berharap tidak ada torehan yang baru baik bagiku maupun bagimu.
Mengapa kamu mencari aku ? Mengapa bukan orang lain yang kamu cari? Mengapa kamu datang hanya untuk menggoreskan luka ? Aku lelah menyembuhkan luka ini sendirian. Apa kamu tau perjuanganku menyembuhkan luka yang telah kau toreh di masa lalu ? tapi kenapa sekarang kamu kembali dan membuat torehan yang baru?
Kehadiranmu membuatku labil, membuatku berpikir kau masih menyayangiku, membuatku berpikir seakan-akan kamu belum bisa melupakanku, padahal kenyataannya aku hanya kau jadikan "tempat sampah" tempat kamu mencurahkan kesedihan mu tanpa berpikir tentang perasaan ku, tentang rasa sakit yang semakin mendalam saat mendengar semua cerita mu. Apa yang telah ia lakukan sampai kamu seperti kehilangan emas langka? Mengapa kamu tidak merasa seperti itu ketika aku yang meninggalkanmu?
Tapi sekarang dengan kehadiranmu mencari ku ketika dia meninggalkanmu aku sadar hanya aku yg bisa kau jadikan "tempat sampah" tapi aku menerimamu kok. Aku siapa jadi "tempat sampahmu".
Selama kamu bahagia aku akan bahagia. Karena sekuat apapun aku melupakanmu, kamu tetap akan ada di hati ku dan aku akan kembali mengingatmu hanya dengan kamu muncul di depanku dan menanyakan kabarku. Semudah itukan membuat ku luluh di depanmu? Hanya dengan muncul dan menampakan dirimu di depanku dan semua pertahananku untuk tidak mengingatmu runtuh seketika. Saat kamu sedih menoleh lah kebelakang, dan kamu akan menemukan aku tersenyum dan menunggu mu kemabali untuk menceritakan semua kesedihanmu.
Sadarkah kamu kehadiranmu hanya membuka luka lama yang telah mengering dalam hatiku? Sadarkah kamu kehadiranmu hanya menyakiti perasaanku? Jangan kembali hanya untuk menyakitiku, jangan kembali hanya untuk menunjukan bahwa kamu tidak bahagia dengan dia, jangan kembali hanya untuk memberitahuku bahwa dia tidak sebaik aku, karena akupun telah gagal mempertahankanku.
Move on dari kamu itu bukanlah sekedar melupakanmu tapi bagaimana aku bisa merelakanmu. Aku bisa pergi dengan langkah tegar ketika aku tau dia bisa membuatmu bahagia dan dia bisa lebih baik dari aku yang tidak berhasil mempertahankanmu, tapi kembalinya dirimu membuatku semakin menyesal karena merelakanmu untuknya. Karena dia pun tidak berhasil mempertahankanmu.
Jangan bersedih aku yakin kamu bisa merelakan dia seperti aku merelakanmu. Jangan mencoba melupakannya karena semakin kamu berusaha melupakan dia kamu akan semakin merasa sayang sama dia. Berusaha lah untuk merelakan dia bahagia dengan orang lain. Terkadang cinta memang tidak harus memiliki kan? Relakan dia demi kebahagiaannya dan kamu akan menemukan kebahagiaanmu :)
Terima kasih pernah hadir dalam hidupku dan terima kasih telah mengajarkan aku merelakanmu sehingga aku bisa memberi tahu mu bagaimana merelakan seseorang yang kita sayang.
Luka yang kamu toreh cukup mendewasakan diriku. Aku berharap tidak ada torehan yang baru baik bagiku maupun bagimu.
Tak Terganti, Kamu
Ingatkah kamu waktu awal pertemuan itu? Ingatkah kamu bagaimana kamu memperkenalkan diri mu? Semuanya terjadi begitu cepat. Ingatkah waktu awal kamu menyatakan perasaanmu? Ingatkah kamu ketika setiap saat selalu ada kata rindu untukku? Semuanya terjadi begitu cepat. Ingatkah kamu ketika kamu memelukku untuk pertama kali? Ingatkah kamu akan kecupan pertamamu? Semuanya telah hilang. Ingakah kamu sewaktu kamu menenangkanku? Akankah waktu itu terulang?
Terkadang tingkah mu membuatku jengkel, membuatku ingin membirkanmu pergi tapi semua itu tidak ingin kulakukan karena aku tau cuma kamu yang berhasil membuatku begitu menyayangimu. Pertemuan pertama denganmu akan selalu menjadi kenangan terindah dalam hidupku, perkenalan pertamamu yang paling berkesan bagiku, caramu menyatakan perasaan membuat ku terbuai, kata rindumu membuatku selalu ingin berada disampingmu, pelukanmu menghangatkanku, kecupanmu membuatku tak ingin kehilanganmu, dan caramu menenangkanku :') hanya kamu yang bisa, bukan orang lain.
Sayang waktu yang telah menentukan, semuanya sudah berakhir bukan? Semuanya tidak mungkin diulang katamu, kesalahan terbesarku adalah ketika aku membiarkanmu pergi, semua kulakukan hanya karena aku lelah terus bertahan sendiri, tapi ternyata itu sebuah penyesalan terbesar. Tapi apa daya? aku lelah kalau terus harus bertahan dan berjuang sendiri sedangkan kamu telah menyerah untuk berjuang. Apa yang aku pertahankan? kamu ? kita? atau cinta?
Ketika kamu benar-benar mengabulkan permintaanku untuk berjalan masing-masing akulah yang paling merasakan sebuah kekecewaan, dari keputusan itu aku tau bahwa kamu memang tidak pernah memperjuangkanku, kamu telah menyerah :) tapi sadarkah kamu, aku bertahan tanpamu, aku berjuang tanpamu, sejak kepergian mu tidak ada penggantimu sampai detik ini. Bukan karena aku kesepian tapi karena aku menolak semua yang datang kepadaku.
Waktupun menyadarkanku bahwa kau sudah menjadi milik orang lain dan disini lah aku belajar untuk berhenti bertahan, berhenti berjuang, dan berhenti munggumu kembali. Aku mulai membangun sebuah tembok kokoh yang aku tau tidak mungkin seorangpun dapat meruntuhkannya, tapi aku salah. 3 bulan setelah kepergian mu kau kembali dengan segala pesonamu. Kamu menghancurkan tembok yang sudah dengan susah payah aku bangun. Sadarkah apa yang telah kau lakukan? Kamu membuka luka lama yang hampir mengering, luka yang hampir sembuh. Walau aku percaya suatu saat ada penggantimu di hatiku tapi bukan untuk sekarang. Walau sekarang aku sudah menyerah aku masih tidak ingin kehilanganmu. Kemabalinya dirimu bukan berarti kembalinya hubungan kita. Aku tidak berharap semuanya kembali menjadi seperti duli, aku hanya tidak ingin kau pergi untuk kedua kalinya, aku hanya tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya. Seperti yang kau katakan "Sesuatu yang sudah hancur sekalipun diperbaiki tidak akan pernah bisa kembali seperti baru, sama dengan hati." aku paham kata-katamu.
Ketika kamu kembali kepadaku untuk berjuang kini aku yang sudah lelah dan aku sudah menyerah :')
I'm give up to stay. but i still love you so much. Tapi kamu tenang saja kenangan tidak akan pernah pergi dia akan tetap pada tempatnya dan aku tidak akan dengan mudah melupakan semua kenangan yang telah kita buat dengan indah. Aku masih menyimpan kenangan itu disini (read:hati) dan kamu tidak akan pernah tergantikan karena tidak ada yang seperti kamu di dunia ini. 200 juta jiwa di indonesiapun berbeda dengan kamu yang hanya seorang, karena yang seperti kamu hanya di ciptakan Tuhan satu, KAMU. Aku berharap kamu melakukan hal yang sama.
Ingat kalau memang kita jodoh kita akan dipertemuakan kembali dengan waktu dan kesempatan yang berbeda. Love you.
"Jangan menyia-nyiakan orang yang sayang sama kamu hanya demi dia yang kamu suka, karena dia yang kamu suka juga akan meninggalkan kamu demi orang yang dia sayang"
Terkadang tingkah mu membuatku jengkel, membuatku ingin membirkanmu pergi tapi semua itu tidak ingin kulakukan karena aku tau cuma kamu yang berhasil membuatku begitu menyayangimu. Pertemuan pertama denganmu akan selalu menjadi kenangan terindah dalam hidupku, perkenalan pertamamu yang paling berkesan bagiku, caramu menyatakan perasaan membuat ku terbuai, kata rindumu membuatku selalu ingin berada disampingmu, pelukanmu menghangatkanku, kecupanmu membuatku tak ingin kehilanganmu, dan caramu menenangkanku :') hanya kamu yang bisa, bukan orang lain.
Sayang waktu yang telah menentukan, semuanya sudah berakhir bukan? Semuanya tidak mungkin diulang katamu, kesalahan terbesarku adalah ketika aku membiarkanmu pergi, semua kulakukan hanya karena aku lelah terus bertahan sendiri, tapi ternyata itu sebuah penyesalan terbesar. Tapi apa daya? aku lelah kalau terus harus bertahan dan berjuang sendiri sedangkan kamu telah menyerah untuk berjuang. Apa yang aku pertahankan? kamu ? kita? atau cinta?
Ketika kamu benar-benar mengabulkan permintaanku untuk berjalan masing-masing akulah yang paling merasakan sebuah kekecewaan, dari keputusan itu aku tau bahwa kamu memang tidak pernah memperjuangkanku, kamu telah menyerah :) tapi sadarkah kamu, aku bertahan tanpamu, aku berjuang tanpamu, sejak kepergian mu tidak ada penggantimu sampai detik ini. Bukan karena aku kesepian tapi karena aku menolak semua yang datang kepadaku.
Waktupun menyadarkanku bahwa kau sudah menjadi milik orang lain dan disini lah aku belajar untuk berhenti bertahan, berhenti berjuang, dan berhenti munggumu kembali. Aku mulai membangun sebuah tembok kokoh yang aku tau tidak mungkin seorangpun dapat meruntuhkannya, tapi aku salah. 3 bulan setelah kepergian mu kau kembali dengan segala pesonamu. Kamu menghancurkan tembok yang sudah dengan susah payah aku bangun. Sadarkah apa yang telah kau lakukan? Kamu membuka luka lama yang hampir mengering, luka yang hampir sembuh. Walau aku percaya suatu saat ada penggantimu di hatiku tapi bukan untuk sekarang. Walau sekarang aku sudah menyerah aku masih tidak ingin kehilanganmu. Kemabalinya dirimu bukan berarti kembalinya hubungan kita. Aku tidak berharap semuanya kembali menjadi seperti duli, aku hanya tidak ingin kau pergi untuk kedua kalinya, aku hanya tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya. Seperti yang kau katakan "Sesuatu yang sudah hancur sekalipun diperbaiki tidak akan pernah bisa kembali seperti baru, sama dengan hati." aku paham kata-katamu.
Ketika kamu kembali kepadaku untuk berjuang kini aku yang sudah lelah dan aku sudah menyerah :')
I'm give up to stay. but i still love you so much. Tapi kamu tenang saja kenangan tidak akan pernah pergi dia akan tetap pada tempatnya dan aku tidak akan dengan mudah melupakan semua kenangan yang telah kita buat dengan indah. Aku masih menyimpan kenangan itu disini (read:hati) dan kamu tidak akan pernah tergantikan karena tidak ada yang seperti kamu di dunia ini. 200 juta jiwa di indonesiapun berbeda dengan kamu yang hanya seorang, karena yang seperti kamu hanya di ciptakan Tuhan satu, KAMU. Aku berharap kamu melakukan hal yang sama.
Ingat kalau memang kita jodoh kita akan dipertemuakan kembali dengan waktu dan kesempatan yang berbeda. Love you.
"Jangan menyia-nyiakan orang yang sayang sama kamu hanya demi dia yang kamu suka, karena dia yang kamu suka juga akan meninggalkan kamu demi orang yang dia sayang"
Aku, Kamu dan Dia
Perkenalan sederhana tanpa pertemuan ternyata membuat kita saling membutuhkan. Kamu hadir membantu ku melupakan dia yang memberi aku harapan palsu, menyadarkan bahwa orang yang aku harapkan tidak mengharapkan ku. Aku menerima kehadiranmu karena kamu membuat aku nyaman dengan segala perhatian, kepedulian dan kasih sayang yang selalu kamu berikan. Aku terbuai, tapi apa aku benar-benar menginginkan mu untuk menjadi milikku? atau aku hanya menginginkan kehadiranmu untuk menghilangkan sepi dan kecewa ku? Sungguh aku senang dengan kehadiranmu di hidupku sampai akhirnya kamu menyatakan perasaanmu, memintaku menjadi kekasihmu semua terjadi begitu cepat. Aku belum siap tapi aku menerimamu. Maafkan keegoisan ku, aku tak bermaksud untuk membuat mu terluka.
Cinta tumbuh semakin dalam di antara kita, perhatian yang kau berikan semakin nyata terlihat, tapi hatiku masih menolak untuk melakukan hal yang sama terhadap kamu. Aku berusaha melakukan hal sama yang kamu lakukan terhadap aku tapi aku tau semua itu dilapisi kepalsuan, aku tidak benar-benar melakukannya karena itu bukan dari hatiku. Egois kah aku? Salah kah aku memperlakukanmu seperti ini? Sudah dengan setiap keinginan, kemauan dan kekuatan yang aku punya untuk meyakinkan ku bahwa kamu adalah orang yang aku inginkan tapi sekali lagi semua yang ku lakukan untukmu di likupi kepalsuan, ketidak murnian. Aku mencoba mengakhiri semuanya tapi aku tidak sanggup menyakiti orang yang begitu menyayangiku hanya dengan orang yang tidak mengharapkan kehadiranku. Tapi aku lelah membohongin perasaan ini.
Tahu kah kamu, dia datang lagi kepadaku memberikan semua harapan yang dulu pernah dia berikan disaat aku berusaha meyakinkan diriku bahwa cuma kamu yang aku sayang? Maafkan aku, tapi bukan maksudku untuk membohongimu. Aku tidak ingin menciptakan luka yang dalam di hidupmu. Kehadiran dia begitu aku terima dengan tangan terbuka, aku terbuai dengan harapan yang dia berikan, perlahan aku menunjukan padamu bahwa aku bukan yang terbaik. Pertanyaan mu tentang mengapa aku berubah sebenarnya sungguh menyakitkan hatiku. Aku tidak ingin kehilangan kamu, tapi aku juga tidak ingin memiliki kamu di saat hati ini masih memilih dia untuk tetap tinggal. Bodoh kah aku menerimanya kembali dengan semua yang telah dia lakukan dan aku meninggalkanmu begitu saja? YA AKU MEMANG BODOH! Tapi aku tidak bisa terus-terusan membohongi mu dan perasaanku, bukan kamu yang ingin aku miliki, aku ingin dia !
Dengan segenap kekuatanmu kamu melepaskan aku, dengan segenap cintamu kepadaku kamu merelakanku untuk mengejar dia, bahkan kamu membantu aku memiliki dia. Aku tau kamu terluka, aku tau ada torehan yang sangat menyayat di hatimu. Aku minta maaf. Kamu terlalu sempurna bagi seorang wanita sepertiku. Kamu terlalu dewasa untuk seorang anak kecil sepertiku. Tapi hati telah memilih . Sebesar apapun aku mencoba mencintaimu tetapi hati ini sudah pada pilihannya. Aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu. Maafkan aku yang terlalu bodoh karena melepaskanmu.
Tidak akan aku lupakan "Perkenalan sederhana tanpan pertemuan :')"
Cinta tumbuh semakin dalam di antara kita, perhatian yang kau berikan semakin nyata terlihat, tapi hatiku masih menolak untuk melakukan hal yang sama terhadap kamu. Aku berusaha melakukan hal sama yang kamu lakukan terhadap aku tapi aku tau semua itu dilapisi kepalsuan, aku tidak benar-benar melakukannya karena itu bukan dari hatiku. Egois kah aku? Salah kah aku memperlakukanmu seperti ini? Sudah dengan setiap keinginan, kemauan dan kekuatan yang aku punya untuk meyakinkan ku bahwa kamu adalah orang yang aku inginkan tapi sekali lagi semua yang ku lakukan untukmu di likupi kepalsuan, ketidak murnian. Aku mencoba mengakhiri semuanya tapi aku tidak sanggup menyakiti orang yang begitu menyayangiku hanya dengan orang yang tidak mengharapkan kehadiranku. Tapi aku lelah membohongin perasaan ini.
Tahu kah kamu, dia datang lagi kepadaku memberikan semua harapan yang dulu pernah dia berikan disaat aku berusaha meyakinkan diriku bahwa cuma kamu yang aku sayang? Maafkan aku, tapi bukan maksudku untuk membohongimu. Aku tidak ingin menciptakan luka yang dalam di hidupmu. Kehadiran dia begitu aku terima dengan tangan terbuka, aku terbuai dengan harapan yang dia berikan, perlahan aku menunjukan padamu bahwa aku bukan yang terbaik. Pertanyaan mu tentang mengapa aku berubah sebenarnya sungguh menyakitkan hatiku. Aku tidak ingin kehilangan kamu, tapi aku juga tidak ingin memiliki kamu di saat hati ini masih memilih dia untuk tetap tinggal. Bodoh kah aku menerimanya kembali dengan semua yang telah dia lakukan dan aku meninggalkanmu begitu saja? YA AKU MEMANG BODOH! Tapi aku tidak bisa terus-terusan membohongi mu dan perasaanku, bukan kamu yang ingin aku miliki, aku ingin dia !
Dengan segenap kekuatanmu kamu melepaskan aku, dengan segenap cintamu kepadaku kamu merelakanku untuk mengejar dia, bahkan kamu membantu aku memiliki dia. Aku tau kamu terluka, aku tau ada torehan yang sangat menyayat di hatimu. Aku minta maaf. Kamu terlalu sempurna bagi seorang wanita sepertiku. Kamu terlalu dewasa untuk seorang anak kecil sepertiku. Tapi hati telah memilih . Sebesar apapun aku mencoba mencintaimu tetapi hati ini sudah pada pilihannya. Aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu. Maafkan aku yang terlalu bodoh karena melepaskanmu.
Tidak akan aku lupakan "Perkenalan sederhana tanpan pertemuan :')"
Will You Still Love Me Tomorrow?
You give your love so sweetly.
Cinta yang kau berikan membuatku bahagia. Aku merasa menjadi yang paling istimewa saat ini. Menjadi yang paling bahagia dibanding yang lain. Kamu memberikan segenap kasih sayangmu begitu indah, begitu manis begitu menyanjungku. Aku Bahagia.
Aku begitu menikmati saat-saat seperti ini, saat aku bisa menatap wajahmu, melihat senyum manismu, menggenggam tanganmu, menyentuh wajahmu dan memelukmu, hari itu hari yang mungkin tidak akan aku lupakan dalam hidupku. Hari dimana semuanya membuatku menjadi wanita paling beruntung karena memilikimu, menyembuhkanmu dari luka lama yang menyakitkan, menjadi orang baru yang bisa membentuk senyum indah yang baru diwajahmu.
Walau mendapatkanmu tidak mudah, membuatmu memercayai cintaku itu sulit tapi aku tidak pernah menyerah sampai akhirnya aku memilikimu, walau aku juga tahu aku belum seutuhnya memilikimu, aku hanya baru menyelesaikan salah satu proses supaya kau percaya bahwa aku tidak akan menyakitimu seperti dia menyakitimu. Hari itu hari dimana kau memberikan cintamu, cinta yang begitu manis dan indah, cinta yang selama ini aku perjuangkan akhirnya kau balas.
Tapi sedikit ketakutan menghinggapi hati dan pikiranku, akankah kau bertahan denganku selamanya? akankah kau memperjuangkanku ? akankah kau bertahan denganku sampai ajal yang memisahkan kita? Maaf kalau aku membicarakan ini terlalu jauh, tapi aku hanya takut jika aku harus kehilanganmu, orang yang begitu ingin aku miliki? Akankah kau mencintaiku besok seperti cinta yang kau berikan kepadaku hari ini? atau kau akan meninggalkanku? Will you still love me tomorrow like yesterday?
Aku menepis segala ketakutanku karna aku percaya kamu tidak akan mengecewakanku. Aku percaya bahwa kamu tak akan meninggalkanku. Aku hanya harus bertahan, bersabar menghadapimu yang terkadang masih suka bermain-main dengan masa lalu yang menyakitkan itu. Tapi percayalah aku ingin kamu menjadi masa depanku seutuhnya, masa depan yang masih aku nantikan, dan percayalah bahwa aku bisa menjadi masa depanmu seutuhnya yang akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Sekalipun dimatamu aku tak lebih baik dari masa lalumu tapi aku mau berusaha untuk menjadi masa depanmu yang bisa memberikan yang terbaik bagimu.
Today, you give your love so sweetly. :') !
-Will you still love me tomorrow-
Cinta yang kau berikan membuatku bahagia. Aku merasa menjadi yang paling istimewa saat ini. Menjadi yang paling bahagia dibanding yang lain. Kamu memberikan segenap kasih sayangmu begitu indah, begitu manis begitu menyanjungku. Aku Bahagia.
Aku begitu menikmati saat-saat seperti ini, saat aku bisa menatap wajahmu, melihat senyum manismu, menggenggam tanganmu, menyentuh wajahmu dan memelukmu, hari itu hari yang mungkin tidak akan aku lupakan dalam hidupku. Hari dimana semuanya membuatku menjadi wanita paling beruntung karena memilikimu, menyembuhkanmu dari luka lama yang menyakitkan, menjadi orang baru yang bisa membentuk senyum indah yang baru diwajahmu.
Walau mendapatkanmu tidak mudah, membuatmu memercayai cintaku itu sulit tapi aku tidak pernah menyerah sampai akhirnya aku memilikimu, walau aku juga tahu aku belum seutuhnya memilikimu, aku hanya baru menyelesaikan salah satu proses supaya kau percaya bahwa aku tidak akan menyakitimu seperti dia menyakitimu. Hari itu hari dimana kau memberikan cintamu, cinta yang begitu manis dan indah, cinta yang selama ini aku perjuangkan akhirnya kau balas.
Tapi sedikit ketakutan menghinggapi hati dan pikiranku, akankah kau bertahan denganku selamanya? akankah kau memperjuangkanku ? akankah kau bertahan denganku sampai ajal yang memisahkan kita? Maaf kalau aku membicarakan ini terlalu jauh, tapi aku hanya takut jika aku harus kehilanganmu, orang yang begitu ingin aku miliki? Akankah kau mencintaiku besok seperti cinta yang kau berikan kepadaku hari ini? atau kau akan meninggalkanku? Will you still love me tomorrow like yesterday?
Aku menepis segala ketakutanku karna aku percaya kamu tidak akan mengecewakanku. Aku percaya bahwa kamu tak akan meninggalkanku. Aku hanya harus bertahan, bersabar menghadapimu yang terkadang masih suka bermain-main dengan masa lalu yang menyakitkan itu. Tapi percayalah aku ingin kamu menjadi masa depanku seutuhnya, masa depan yang masih aku nantikan, dan percayalah bahwa aku bisa menjadi masa depanmu seutuhnya yang akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Sekalipun dimatamu aku tak lebih baik dari masa lalumu tapi aku mau berusaha untuk menjadi masa depanmu yang bisa memberikan yang terbaik bagimu.
Today, you give your love so sweetly. :') !
-Will you still love me tomorrow-
Never Late to Love Someone
Hidup terus saja berjalan. Pengalaman di masa lalu terkadang memang menyakitkan tapi dari menyakitkan itulah kita akan merasakan kebahagiaan. Tanpa rasa sakit kita tidak akan pernah mengalami proses bahagia.
Kalimat diatas memang cocok banget bagi seorang Fei. Seorang gadis cantik yang selalu berusaha terlihat tegar di depan banyak orang. Fei seorang siswi SMA yang berani mengambil keputusan untuk berpacaran dengan seorang pria yang usianya lebih tua lima tahun darinya. Seorang pria yang pada akhirnya menjadi alasan kesedihan Fei.
"Fei." panggilan itu membuat Fei menoleh ke arah suara tersebut.
"Ya?" sahut Fei menanggapi panggilan tersebut.
"Kamu masih sedih de?" Fei menatap pemilik suara tersebut dan tersenyum. Ka Bobby mengelus kepala Fei perlahan. "Udah ah de, hidup itu terus berjalan loh." tambah Bobby sambil menarik Fei kedalam rangkulannya.
"Iya ka, Fei tau kok. Fei masih gak nyangka aja ka. Ternyata semenyakitkan ini. Dede kecewa banget." ucap Fei dengan mata berkaca-kaca. Fei menyandarkan kepalanya di pundak Bobby.
"Kamu nyesel dengan semua yang udah terjadi? Nyesel udah kenal Vino? Nyesel membiarkan Nitha dekat dengan Vino?" tanya Bobby sambil membiarkan Fei bersandar pada pundaknya.
"Dede gak pernah nyesel ka mengenalkan mereka, bahkan dede gak pernah nyesel pernah menerima Vino dalam bagian hidup dede. Tapi kalau memang dari awal alasannya minta putus adalah Nitha mungkin dede bisa ngalah ka. Tapi apa? Dia selalu beralasan perbedaan yang gak mungkin menyatukan kita. Dede tau kok perbedaan kita berdua memang jauh tapi apa salahnya mencoba ka." jawab Fei. Tersirat kekecewaan dalam matanya. "Dede gak nyaka ka akan semenyakitkan ini." tambah Fei.
"De, relain ya. jangan terus-terusan terpuruk kayak gini. Kakak kehilangan dede kaka yang sebenarnya kalau kamu terus kayak gini. Sek sebentar kaka ambilin minum." Bobby meninggalkan Fei di ruang tamu.
Begitu Bobby meninggalkannya Fei tidak dapat lagi menahan air matanya. Ingatannya melayang pada kejadian malam itu. Fei mendapati sahabatnya tengah berlangkulan dengan kekasihnya, Vino. Fei tidak menyangka sahabatnya akan menjadi pengkhianat dalam hidupnya dan kekasih yang selalu ia perjuangkan menduakannya dengan sahabatnya sendiri. Delapan bulan yang ia jalani dengan vino berakhir sia-sia. Bahkan pengorbanan yang ia lakukan dibalas dengan ketidaksetiaan. Kekecewaannya bertambah dalam ketika dia mengetahui sahabat yang telah bersamanya selama 4 tahun ini menjadi pengkhianat dalam hidupnya. Wajah kedua orang itu terus bergantian memenuhi kepala Fei.
Bobby kembali dengan membawakan dua gelas teh manis. "Fei, jangan nangis lag dong. Apa sih yang kamu tangisin?" Bobby menghampiri Fei dan menyerahkan teh yang ia bawa.
Fei meneguk sedikit teh itu dan menaruhnya di meja. Fei menggeleng menjawab pertanyaan Bobby. "I'm fine ka." jawaban singkat itu terlontar dari bibir mungil Fei.
"Jangan bohong de!" ucapan itu terengar tegas. Bobby menatap Fei dan memegang pundaknya. "De, denger kaka. Lupakan semuanya. Lupain Vino, dia itu gak pantes buat adik kakak! Masih banyak cowok yang suka sama kamu yang lebih pantes buat milikin kamu tapi bukan dia. Kakak gak suka liat dede terus-terusan bersedih kayak gini!" Fei menatap Bobby lalu memeluknya.
"Kakak bener. Thanks ka." bisik Fei lemah. Fei melepaskan pelukkannya dan memberikan senyum terbaiknya.
***
Sejak hari itu Fei lebih sering menghabiskan waktu bersama Bobby. Ada suatu perbedaan dalam diri Bobby yang membuat Fei tidak ingin kehilangan kakak angkatnya ini. Bobby jauh lebih punya banyak waktu untuk dirinya sekarang. Fei merasa memiliki seseorang yang berarti. Perlahan kesedihannya menghilang dan Fei mulai bisa menerima kalau Vino bukanlah jodohnya.
"Fei udah makan?" tanya Bobby saat mereka keluar dari toko buku. Fei menggeleng.
"Belum ka."
"Makan yuk!" ajak Bobby sambil menarik tangan Fei lembut. Fei mengangguk mengiyakan ajakan Bobby.
Fei bahagia dengan perhatian Bobby, bahkan dia mungkin mulai menyukai Bobby melebih rasa sukanya kepada seorang kakak, tapi Fei segera menepis jauh-jauh perasaannya tersebut. Dia takut jika perasaan tersebut terus tumbuh itu akan membuat hubungannya dengan Bobby menjadi jauh dan retak.
Bobby mengajak Fei makan di sebuah rumah makan yang dekat dengan rumah Fei di kawasan Gading Serpong. "Mau makan apa de?" tanya Bobby sambil membolak-balik buku menu.
"Dede mau nasi goreng sama es teh manis." jawab Fei cepat.
"Oke." Bobby memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka berdua. Setelah pelayan meninggalkan meja mereka Bobby menyadari kalau Fei sedang melamun. Bobby memerhatikan adik angkatnya itu, dia tau masih ada wajah Vino dalam benak Fei. Sudah hampir sebulan sejak hari dimana Vina ketauan berselingkuh dengan Nitha tapi Fei masih saja terus memikirkan Vino. Hal ini sebenarnya cukup menyakitkan bagi Bobby yang menyimpan rasa yang terlalu besar bagi Fei melebihi rasa sayangnya kepada seorang adik. Tapi Bobby sadar Fei hanya menganggapnya seorang kakak dan tidak lebih.
Fei yang sadar dengan keheningan yang ia ciptakan mulai angkat suara. "Ka, Thank you so much ya." Bobby menatap Fei heran.
"Thanks for what?" tanya Bobby.
"Karena kakak selalu punya waktu buat Fei." jawaban singkat itu sekaligus mengembangkan senyum manis di bibir munggil Fei. Senyum tulus yang dirindukan Bobby.
***
Rumah Fei yang sepi selalu diramaikan dengan kehadiran Bobby. Fei tidak menolak kehadiran kakak angkatnya walau dia tau hal ini akan membuat perasaannya semakin dalam. Tapi tidak bisa dipungkiri Fei tetap menginginkannya. Menginginkan kehadiran Bobby dalam rumahnya.
"Fei, jangan lupa ya besok kakak jemput kamu jam 6 dan kamu udah harus siap." ucap Bobby sambil mengelus kepala Fei. Hanya anggukan kepala yang Fei berikan sebagai jawaban. Sebersit rasa takut kehilangan menghinggapi Fei sejak pagi tadi. Bobby akan mengenalkannya dengan seseorang.
"Kak, siapa sih yang mau kaka kenalin ke dede?" tanya Fei.
"Seseorang de." jawab Bobby singkat.
"Iyalah ya kakak mau ngenalin dede sama orang masa iya sama monyet." ujar Fei sambil tertawa, Bobby mengacak-acak rambut Fei dan ikut tertawa.
"Bisa aja kamu."
***
Sore ini Bobby mengajak Fei bertemu dengan seorang cewek yang dikelihatannya lebih muda dari dirinya yang dikenal Fei sebagai adik kelasnya yang terkenal pendiam di sekolah SMPnya dulu, Athena.
Sekarang Athena tepat duduk dihadapan Fei. Fei memerhatikan adik kelasnya itu. "Kak, dia yang mau kakak kenalin ke aku?" tanya Fei tidak melepaskan pandangannya dari Athena.
"Iya de. Kaka sama Athena udah resmi pacaran dua hari yang lalu. Kakak mau kenalin dia ke kamu, makanya hari ini kakak sengaja ngajak kalian berdua kesini." jawaban Bobby seakan menjadi petir yang menyambar Fei. Petir yang menyadarkannya dari kebodohannya.
"Ka aku ke toilet dulu ya." pamit Fei setenang mungkin, dia tidak ingin Bobby mengetahui perasaannya saat ini. Dia gak mau menjadi perusak hubungan orang lain karena dia tau hal itu akan menyakitkan. Fei meninggalkan Athena dan Bobby dengan mata berkaca-kaca seakan semuanya telah berakhir hari ini, kegelisahannya, kecemasannya, ketakutannya sekarang telah terjawab dengan hadirnya Athena malam ini. Dia akan kehilangan Bobby. Tapi egois jika Fei hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan Bobby. Bobby punya hak untuk melanjutkan hidupnya. Fei meyakinkan dirinya sendiri kalau Bobby akan tetap menjadi kakak yang tidak akan meninggalkan adiknya.
Fei mencuci mukanya untuk menyamarkan matanya yang sempat berkaca-kaca. Fei kembali dengan wajah yang sedikit dipaksakan untuk ceria.
"Thena, SMA dimana sekarang?" tanay Fei berusaha membuat suasana lebih tenang.
"Di SMAN 5 ka. Kakak sendiri sekarang kuliah dimana?" Athena balik bertanya.
"Aku di UGM sekarang." jawab Fei singkat.
"Oh. By the way kakak kenal sama ka Bobby?" ada nada cemburu dalam pertanyaan Athena. Fei mengangguk menanggapi pertanyaan Athena.
"He is my brother, bukan kakak kandung memang. Kakak angkat." Athena memerhatikan Fei seakan memerhatikan seorang saingan, sadar dirinya diperhatikan Fei bangkit berdiri berniat meninggalkan tempat itu agar suasana sedikit terkendali. Lagipula hatinya panas.
"Kak, Fei duluan ya." pamit Fei sopan. Bobby menarik tangan Fei yang hendak akan pergi.
"Kamu mau kemana?" tanya Bobby.
"Pulang ka." jawab Fei apa adanya. Fei hanya tidak ingin dibilang menjadi pengganggu dia juga tidak ingin terus merasakan penyesalan atas kebodohannya. Mungkin jaga jarak adalah pilihan terbaik untuk saat ini.
"Kamu pulang sama kakak!" sahut Bobby tegas. Fei menatap Bobby dan Athena bergantian."Duduk de." Fei menuruti perintah Bobby dia kembali duduk dikursinya.
"Thena udah makan?" tanya Bobby lembut, Athena hanya menggeleng. "Ya udah sekarang kita makan dulu. Kamu mau pesen apa?" tanya Bobby masih dengan nada yang lembut. Fei memalingkan wajahnya dan mulai sibuk dengan handphone di genggaman tangannya.
"Aku mau salad aja." jawab Athena singkat.
"De kamu mau makan apa?" kali ini Bobby bertanya kepada Fei sambil menatapnya, sebagai jawaban Fei menggeleng.
"Dede gak makan ka."
"Kenapa?"
"Masih kenyang." Bobby kesal mendengar jawaban Fei. Jelas-jelas seharian ini dia belum makan dan sekarang dia menolak makan malam dengan alasan masih kenyang.
"Makan apa masih kenyang? Kamu kan belom makans seharian."
"Ka Fei mau makan berdua Thena?" tawaran Athena berhasil membuat Fei memalingkan wajahnya dari handphone yang sedari tadi ia mainkan.
"No, thanks tawarannya. Tapi aku masih kenyang." jawab Fei sambil memberikan senyum yang dipaksakan.
"Ya udah Na biarin aja." sahut Bobby.
***
Malam itu Fei pulang dengan Bobby, setelah mengantar Athena, Fei baru mau membuka suarannya.
"Ka, I want talk to you." ucap Fei sambil menatap Bobby. Bobby memberhentikan mobilnya dibahu jalan dan memerhatikan Fei.
"Ada apa?" tanya Bobby lembut.
"Boleh Fei jujur?" Bobby mengangguk mendengar jawaban Fei. "Sebenernya selama ini Dede suka sama kakak, bukan ka bukan cuma suka tapi dede sayang sama kakak. Bukan karena kakak adalah kakak angkatku tapi karena kakak adalah orang yang paling dede takuti akan meninggalkan dede. Tapi selama ini dede takut buat ngomong ke kakak karena dede berpikir kakak hanya menganggap dede seorang adik kecil yang membutuhkan sosok seorang kakak. Dan dede takut setelah dede jujur kakak akan menjauh dari dede. Tapi malam ini dede kayak disadarin dari kebodohan dede. tapi kakak tenang aja dede tau kok bagaimana dede menempatkan diri dede sekarang." perasaan yang Fei pendam selama ini akhirnya bisa dia ungkapkan walau dia tau semuanya akan percuam. Bobby sudah menjadi milik orang lain.
"De, sebenernya apa yang kamu rasain juga kaka rasain, tapi kakak sedih tiap kali ngeliat kamu ngelamun ngeliat kamu masih suka sedih karena mikirin Vino. Maafin kakak ya de tapi Thena lebih dulu ngungkapin perasaannya dan kakak hanya ingin mencoba dan menurut kakak gak ada yang salah dengan mencoba kan? Tapi dede perlu tau satu hal. Kakak sayang sama dede. Kalau memang jodoh gak kemana kok de." Bobby mengecup kening Fei dan memeluknya.
"Thanks ka. Dede juga sayang sama kakak." balas Fei.
"Ya udah tetap berlaku seperti biasa ya. Sekarang kita cari makan, kamu kan belum makan dari pagi." ajakan Bobby di setujui dengan senyum dan anggukan kepala Fei.
Ada sedikit kelegaan dalam diri Fei setelah dia berhasil mengungkapkan semuanya. Mungkin dia memang sudak terlambat untuk memiliki Bobby tapi dia yakin kalau memang jodoh suatu saat nani mereka bisa bersama. Sekarang Fei hanya berharap Bobby tidak berubah menjadi orang yang tidak ia kenal.
***
Sudah sebulan sejak kejadi malam itu. Bobby sudah jarang main ke rumah Fei. Fei memaklumi hal tersebut, Fei juga sudah mulai jarang berhubungan dengan Bobby baik melalui telpon ataupun pesan singkat.
Tok.... Tok.... Tok....
Ketukan pintu mengembangkan senyum dibibir Fei. "Pasti ka Bobby." pikir Fei senang. Fei membukakan pintu tersebut dan betapa kagetnya dia mendapati orang yang tak terduga sekarang berdiri di depannya. Senyum yang tadi mengembang kita perlahan-lahan memudar.
"Kamu? Ada apa datang kesini?" Fei tidak berhasil menyembunyikan wajah terkejutnya.
"Hai, apa kabar?" tanya orang tersbut dengan senyum canggung.
"Baik kok. Ada urusan apa dateng kesini?" Fei mengulang pertanyaan yang belum di jawab. Kehadiran orang ini berhasil membuka luka lama yang sidah mengering. Vino. Orang yang sempat mengkhianati cintanya sekarang kembali.
"Aku kangen kamu Fei." ucapan Vino seakan menjadi hantaman yang hebat bagi Fei. Seorang pengkhianat kembali datang dan mengatakan merindukan dirinya. Fei masih bungkam. Tidak tau apa yang harus ia katakan. Sebuah ingatan menyakitkan terekam jelas dikepalanya bagaikan rekaman pemutaran film yang terus ditayangkan berulang-ulang. "Punya waktu?" Fei hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan tersebut.
"Masuk Vin. Kita ngobrol di dalem aja." Fei mempersilakan Vino masuk. "Mau minum apa?" tanya Fei ketika Vino telah duduk di ruang tamu.
"Air putih aja." jawab Vino. Fei pergi meninggalkan mantannya itu mengambil 2 gelas air putih. Kurang dari lima menit Fei sudah kembali, dia menyerahkan segelas kepada Vino.
"Apa yang mau kamu bicarain?" tanya Fei to the point.
"Aku mau minta maaf sama kamu buat semua kesalahan aku. Aku khilaf Fei, aku nyesel. Aku sadar aku masih sayang sama kamu dan gak ada orang lain yang bisa gantiin kamu yang bisa sesabar kamu yang bisa ngertiin aku kayak kamu ngerti keadaan aku. Aku........ Aku mau ngajak kamu balikan, aku mau kita balikan Fei ngulang semuanya dari awal. Kamu mau kan?" pengakuan Vino membuat Fei bingung. Dia masih sayang sama Vino tapi dia sama sekali tidak pernah berpikir sejauh ini tidak pernah berpikir untuk balikan dengan Vino. Dia tidak pernah membayangkan di tenagh kebimbangannya menunggu Bobby, sang mantan akan datang kembali, tapi Fei tau keputusan apa yang terbaik bagi hidupnya dan inilah yang harus ia jalankan.
"Vin, aku munafik kalau aku bilang aku udah gak sayang sama kamu karena memang pada kenyataannya aku sayang sama kamu, dan aku udah maafin kamu jauh sebelum hari ini terjadi sebelum kamu minta maaf sama aku, tapi maaf Vin aku gak bisa kalau harus balikan. Aku takut semuanya bakalan terulang, kalau memang kamu sayang sama aku, kamu gak akan ngeduain aku nyelingkuhin aku sama sahabat aku sendiri, kamu gak akan khianatin cinta dan pengorbanan aku. Aku yakin kok suatu saat kamu bakalan ketemu sama cewek yang lebih baik dari aku. Maafin aku ya. I can't." semua perkataan Fei bagaikan tamparan hebat bagi Vino, bahkan Fei sendiri tidak percaya kalau dia mampu mengatakan semuanya. "Aku belum bisa jadi yang terbaik Vin buat kamu, karena aku udah gagal buat kamu bertahan sama aku, buat kamu gak berpaling dari aku." tambah Fei lagi.
"Aku ngerti Fei sama perasaan kamu, sama semua ketakutan kamu. Tapi apa gak ada kesempatan kedua buat aku?" Fei menggeleng lemah menanggapinya.
"Maafin aku Vin. Aku sayang sama kamu tapi aku gak bisa. Lagi pula sekarang aku lagi menunggu seseorang." Vino terperangah mendengar perkatan Fei.
"Siapa cowok itu Fei?" tanya Vino perlahan.
"Kamu mengenal dia Vin. Dia bahkan selalu ada saat kamu mulai berubah dan menghindari aku. Orang yang tak pernah ku duga sebelumnya." Vino menghampiri Feu lalu memeluknya. Fei kaget dengan apa yang di lakukam Vino tapi sedetik kemudian Vino melepaskan pelukannya. Pelukan yang belum sempat Fei balas.
"Makasih Fei. Semoga kamu bahagia dengan orang itu. Thanks for the last hug too." ucapan terakhir Vino menjadi akhir pertemuan kedua mereka. Setelah Vino pergi Fei terduduk lunglai, tangisnya pecah tanpa suara, ari matanya terus menetes membasahi wajah cantiknya. Dari arah pintu, tanpa di sadari oleh siapapun Bobby tengah memerhatikan semua kejadiaan tadi, mendengarkan semua pembicaraan antara Vino dan Fei. Bobby menghampiri Fei dan memeluknya, memberikan pundaknya untuk Fei bersandar.
"Udah sayang jangan nangis lagi ada kakak disini." Bobby mengelus kepala Fei lembut.
"Kakak denger semuanya?" tanya Fei sesenggukan. Bobby hanya mengangguk menanggapinya.
"Maafin kakak ya, kakak sayang sama Fei." Bobby semakin erat memeluk gadis cantik di sebelahnya.
"Gak apa ka. Gimana kabar Thena ka?" Pertanyaan Fei mebuat Bobby perlahan melepaskan pelukannya.
"Kakak sama Thena udah putus dua minggu yang lalu. Kakak sadar cinta tidak bisa dipaksakan. Kakak gak sayang sama Thena kalau kakak masih terus melanjutkan itu malah akan menyakitinya. Kakak hanya kasian dan mengharai usahanya yang udah mau jujur sama kakak soal perasaannya." ucapan Bobby seakan menyadarkan Fei dari kebodohannya dulu.
"Athena pasti kecewa dan sedih dengan sikap kakak."
"Gak kok de. Dia yang minta kakak buat jujur sama perasaan kakak dan kakak juga udah minta maaf sama dia." Fei sedikit lega mendengar ucapan Bobby. "Fei, kakak gak mau mengulangi kesalahan lagi, kakak gak mau ada penyesalan untuk yang ke dua kalinya. Kakak sayang sama Fei, kakak gak mau kehilangan kamu lagi." pernyataan itu membuat Fei terperangah. "Fei, would you be my girlfriend?" tanya Bobby sambil mengeluarkan cheese cake bertuliskan "GIRLFRIEND?". Fei terkejut dengan semua yang Bobby lakukan. Fei menerima cake itu dan mengangguk. "Yes!" wajahnya memerah, Fei memalingkan wajahnya dan meletakan cake tersebut lalu berhambur kedalam pelukkan Bobby.
"I Love You ka Bobby." bisik Fei lembut tepat di telinga Bobby.
"Love You too, dear." balas Bobby masih dengan berbisik.
Fei sadar cinta tidak mengenal kata terlambat tapi hanya saja ada proses yang harus dilalui. Rasa sakit mengajarkan kita untuk bahagia. Penyesalan, kesalahan, keterlambatan adalah tiga hal yang membuat kita menajdi seseorang yang lebih dewasa.
Pengalam dan masa lalu mengajarkan kita untuk bahagia di masa depan. Fei sadar cinta sesungguhnya tidak pernah terlambat. Tidak ada kata terlambat untuk saling mencintai dan sekarang Fei mengerti keterpurukan masa lalu hanya akan membuatnya menutup pintu kebahagiaan menuju masa depan yang telah Tuhan siapkan.
Bagaimana kita bisa melihat masa depan kalau kita masih terlalu sibuk mengurusi masa lalu kita?
Cinta tidak pernah terlambat hanya membutuhkan proses. :)
Kalimat diatas memang cocok banget bagi seorang Fei. Seorang gadis cantik yang selalu berusaha terlihat tegar di depan banyak orang. Fei seorang siswi SMA yang berani mengambil keputusan untuk berpacaran dengan seorang pria yang usianya lebih tua lima tahun darinya. Seorang pria yang pada akhirnya menjadi alasan kesedihan Fei.
"Fei." panggilan itu membuat Fei menoleh ke arah suara tersebut.
"Ya?" sahut Fei menanggapi panggilan tersebut.
"Kamu masih sedih de?" Fei menatap pemilik suara tersebut dan tersenyum. Ka Bobby mengelus kepala Fei perlahan. "Udah ah de, hidup itu terus berjalan loh." tambah Bobby sambil menarik Fei kedalam rangkulannya.
"Iya ka, Fei tau kok. Fei masih gak nyangka aja ka. Ternyata semenyakitkan ini. Dede kecewa banget." ucap Fei dengan mata berkaca-kaca. Fei menyandarkan kepalanya di pundak Bobby.
"Kamu nyesel dengan semua yang udah terjadi? Nyesel udah kenal Vino? Nyesel membiarkan Nitha dekat dengan Vino?" tanya Bobby sambil membiarkan Fei bersandar pada pundaknya.
"Dede gak pernah nyesel ka mengenalkan mereka, bahkan dede gak pernah nyesel pernah menerima Vino dalam bagian hidup dede. Tapi kalau memang dari awal alasannya minta putus adalah Nitha mungkin dede bisa ngalah ka. Tapi apa? Dia selalu beralasan perbedaan yang gak mungkin menyatukan kita. Dede tau kok perbedaan kita berdua memang jauh tapi apa salahnya mencoba ka." jawab Fei. Tersirat kekecewaan dalam matanya. "Dede gak nyaka ka akan semenyakitkan ini." tambah Fei.
"De, relain ya. jangan terus-terusan terpuruk kayak gini. Kakak kehilangan dede kaka yang sebenarnya kalau kamu terus kayak gini. Sek sebentar kaka ambilin minum." Bobby meninggalkan Fei di ruang tamu.
Begitu Bobby meninggalkannya Fei tidak dapat lagi menahan air matanya. Ingatannya melayang pada kejadian malam itu. Fei mendapati sahabatnya tengah berlangkulan dengan kekasihnya, Vino. Fei tidak menyangka sahabatnya akan menjadi pengkhianat dalam hidupnya dan kekasih yang selalu ia perjuangkan menduakannya dengan sahabatnya sendiri. Delapan bulan yang ia jalani dengan vino berakhir sia-sia. Bahkan pengorbanan yang ia lakukan dibalas dengan ketidaksetiaan. Kekecewaannya bertambah dalam ketika dia mengetahui sahabat yang telah bersamanya selama 4 tahun ini menjadi pengkhianat dalam hidupnya. Wajah kedua orang itu terus bergantian memenuhi kepala Fei.
Bobby kembali dengan membawakan dua gelas teh manis. "Fei, jangan nangis lag dong. Apa sih yang kamu tangisin?" Bobby menghampiri Fei dan menyerahkan teh yang ia bawa.
Fei meneguk sedikit teh itu dan menaruhnya di meja. Fei menggeleng menjawab pertanyaan Bobby. "I'm fine ka." jawaban singkat itu terlontar dari bibir mungil Fei.
"Jangan bohong de!" ucapan itu terengar tegas. Bobby menatap Fei dan memegang pundaknya. "De, denger kaka. Lupakan semuanya. Lupain Vino, dia itu gak pantes buat adik kakak! Masih banyak cowok yang suka sama kamu yang lebih pantes buat milikin kamu tapi bukan dia. Kakak gak suka liat dede terus-terusan bersedih kayak gini!" Fei menatap Bobby lalu memeluknya.
"Kakak bener. Thanks ka." bisik Fei lemah. Fei melepaskan pelukkannya dan memberikan senyum terbaiknya.
***
Sejak hari itu Fei lebih sering menghabiskan waktu bersama Bobby. Ada suatu perbedaan dalam diri Bobby yang membuat Fei tidak ingin kehilangan kakak angkatnya ini. Bobby jauh lebih punya banyak waktu untuk dirinya sekarang. Fei merasa memiliki seseorang yang berarti. Perlahan kesedihannya menghilang dan Fei mulai bisa menerima kalau Vino bukanlah jodohnya.
"Fei udah makan?" tanya Bobby saat mereka keluar dari toko buku. Fei menggeleng.
"Belum ka."
"Makan yuk!" ajak Bobby sambil menarik tangan Fei lembut. Fei mengangguk mengiyakan ajakan Bobby.
Fei bahagia dengan perhatian Bobby, bahkan dia mungkin mulai menyukai Bobby melebih rasa sukanya kepada seorang kakak, tapi Fei segera menepis jauh-jauh perasaannya tersebut. Dia takut jika perasaan tersebut terus tumbuh itu akan membuat hubungannya dengan Bobby menjadi jauh dan retak.
Bobby mengajak Fei makan di sebuah rumah makan yang dekat dengan rumah Fei di kawasan Gading Serpong. "Mau makan apa de?" tanya Bobby sambil membolak-balik buku menu.
"Dede mau nasi goreng sama es teh manis." jawab Fei cepat.
"Oke." Bobby memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka berdua. Setelah pelayan meninggalkan meja mereka Bobby menyadari kalau Fei sedang melamun. Bobby memerhatikan adik angkatnya itu, dia tau masih ada wajah Vino dalam benak Fei. Sudah hampir sebulan sejak hari dimana Vina ketauan berselingkuh dengan Nitha tapi Fei masih saja terus memikirkan Vino. Hal ini sebenarnya cukup menyakitkan bagi Bobby yang menyimpan rasa yang terlalu besar bagi Fei melebihi rasa sayangnya kepada seorang adik. Tapi Bobby sadar Fei hanya menganggapnya seorang kakak dan tidak lebih.
Fei yang sadar dengan keheningan yang ia ciptakan mulai angkat suara. "Ka, Thank you so much ya." Bobby menatap Fei heran.
"Thanks for what?" tanya Bobby.
"Karena kakak selalu punya waktu buat Fei." jawaban singkat itu sekaligus mengembangkan senyum manis di bibir munggil Fei. Senyum tulus yang dirindukan Bobby.
***
Rumah Fei yang sepi selalu diramaikan dengan kehadiran Bobby. Fei tidak menolak kehadiran kakak angkatnya walau dia tau hal ini akan membuat perasaannya semakin dalam. Tapi tidak bisa dipungkiri Fei tetap menginginkannya. Menginginkan kehadiran Bobby dalam rumahnya.
"Fei, jangan lupa ya besok kakak jemput kamu jam 6 dan kamu udah harus siap." ucap Bobby sambil mengelus kepala Fei. Hanya anggukan kepala yang Fei berikan sebagai jawaban. Sebersit rasa takut kehilangan menghinggapi Fei sejak pagi tadi. Bobby akan mengenalkannya dengan seseorang.
"Kak, siapa sih yang mau kaka kenalin ke dede?" tanya Fei.
"Seseorang de." jawab Bobby singkat.
"Iyalah ya kakak mau ngenalin dede sama orang masa iya sama monyet." ujar Fei sambil tertawa, Bobby mengacak-acak rambut Fei dan ikut tertawa.
"Bisa aja kamu."
***
Sore ini Bobby mengajak Fei bertemu dengan seorang cewek yang dikelihatannya lebih muda dari dirinya yang dikenal Fei sebagai adik kelasnya yang terkenal pendiam di sekolah SMPnya dulu, Athena.
Sekarang Athena tepat duduk dihadapan Fei. Fei memerhatikan adik kelasnya itu. "Kak, dia yang mau kakak kenalin ke aku?" tanya Fei tidak melepaskan pandangannya dari Athena.
"Iya de. Kaka sama Athena udah resmi pacaran dua hari yang lalu. Kakak mau kenalin dia ke kamu, makanya hari ini kakak sengaja ngajak kalian berdua kesini." jawaban Bobby seakan menjadi petir yang menyambar Fei. Petir yang menyadarkannya dari kebodohannya.
"Ka aku ke toilet dulu ya." pamit Fei setenang mungkin, dia tidak ingin Bobby mengetahui perasaannya saat ini. Dia gak mau menjadi perusak hubungan orang lain karena dia tau hal itu akan menyakitkan. Fei meninggalkan Athena dan Bobby dengan mata berkaca-kaca seakan semuanya telah berakhir hari ini, kegelisahannya, kecemasannya, ketakutannya sekarang telah terjawab dengan hadirnya Athena malam ini. Dia akan kehilangan Bobby. Tapi egois jika Fei hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan Bobby. Bobby punya hak untuk melanjutkan hidupnya. Fei meyakinkan dirinya sendiri kalau Bobby akan tetap menjadi kakak yang tidak akan meninggalkan adiknya.
Fei mencuci mukanya untuk menyamarkan matanya yang sempat berkaca-kaca. Fei kembali dengan wajah yang sedikit dipaksakan untuk ceria.
"Thena, SMA dimana sekarang?" tanay Fei berusaha membuat suasana lebih tenang.
"Di SMAN 5 ka. Kakak sendiri sekarang kuliah dimana?" Athena balik bertanya.
"Aku di UGM sekarang." jawab Fei singkat.
"Oh. By the way kakak kenal sama ka Bobby?" ada nada cemburu dalam pertanyaan Athena. Fei mengangguk menanggapi pertanyaan Athena.
"He is my brother, bukan kakak kandung memang. Kakak angkat." Athena memerhatikan Fei seakan memerhatikan seorang saingan, sadar dirinya diperhatikan Fei bangkit berdiri berniat meninggalkan tempat itu agar suasana sedikit terkendali. Lagipula hatinya panas.
"Kak, Fei duluan ya." pamit Fei sopan. Bobby menarik tangan Fei yang hendak akan pergi.
"Kamu mau kemana?" tanya Bobby.
"Pulang ka." jawab Fei apa adanya. Fei hanya tidak ingin dibilang menjadi pengganggu dia juga tidak ingin terus merasakan penyesalan atas kebodohannya. Mungkin jaga jarak adalah pilihan terbaik untuk saat ini.
"Kamu pulang sama kakak!" sahut Bobby tegas. Fei menatap Bobby dan Athena bergantian."Duduk de." Fei menuruti perintah Bobby dia kembali duduk dikursinya.
"Thena udah makan?" tanya Bobby lembut, Athena hanya menggeleng. "Ya udah sekarang kita makan dulu. Kamu mau pesen apa?" tanya Bobby masih dengan nada yang lembut. Fei memalingkan wajahnya dan mulai sibuk dengan handphone di genggaman tangannya.
"Aku mau salad aja." jawab Athena singkat.
"De kamu mau makan apa?" kali ini Bobby bertanya kepada Fei sambil menatapnya, sebagai jawaban Fei menggeleng.
"Dede gak makan ka."
"Kenapa?"
"Masih kenyang." Bobby kesal mendengar jawaban Fei. Jelas-jelas seharian ini dia belum makan dan sekarang dia menolak makan malam dengan alasan masih kenyang.
"Makan apa masih kenyang? Kamu kan belom makans seharian."
"Ka Fei mau makan berdua Thena?" tawaran Athena berhasil membuat Fei memalingkan wajahnya dari handphone yang sedari tadi ia mainkan.
"No, thanks tawarannya. Tapi aku masih kenyang." jawab Fei sambil memberikan senyum yang dipaksakan.
"Ya udah Na biarin aja." sahut Bobby.
***
Malam itu Fei pulang dengan Bobby, setelah mengantar Athena, Fei baru mau membuka suarannya.
"Ka, I want talk to you." ucap Fei sambil menatap Bobby. Bobby memberhentikan mobilnya dibahu jalan dan memerhatikan Fei.
"Ada apa?" tanya Bobby lembut.
"Boleh Fei jujur?" Bobby mengangguk mendengar jawaban Fei. "Sebenernya selama ini Dede suka sama kakak, bukan ka bukan cuma suka tapi dede sayang sama kakak. Bukan karena kakak adalah kakak angkatku tapi karena kakak adalah orang yang paling dede takuti akan meninggalkan dede. Tapi selama ini dede takut buat ngomong ke kakak karena dede berpikir kakak hanya menganggap dede seorang adik kecil yang membutuhkan sosok seorang kakak. Dan dede takut setelah dede jujur kakak akan menjauh dari dede. Tapi malam ini dede kayak disadarin dari kebodohan dede. tapi kakak tenang aja dede tau kok bagaimana dede menempatkan diri dede sekarang." perasaan yang Fei pendam selama ini akhirnya bisa dia ungkapkan walau dia tau semuanya akan percuam. Bobby sudah menjadi milik orang lain.
"De, sebenernya apa yang kamu rasain juga kaka rasain, tapi kakak sedih tiap kali ngeliat kamu ngelamun ngeliat kamu masih suka sedih karena mikirin Vino. Maafin kakak ya de tapi Thena lebih dulu ngungkapin perasaannya dan kakak hanya ingin mencoba dan menurut kakak gak ada yang salah dengan mencoba kan? Tapi dede perlu tau satu hal. Kakak sayang sama dede. Kalau memang jodoh gak kemana kok de." Bobby mengecup kening Fei dan memeluknya.
"Thanks ka. Dede juga sayang sama kakak." balas Fei.
"Ya udah tetap berlaku seperti biasa ya. Sekarang kita cari makan, kamu kan belum makan dari pagi." ajakan Bobby di setujui dengan senyum dan anggukan kepala Fei.
Ada sedikit kelegaan dalam diri Fei setelah dia berhasil mengungkapkan semuanya. Mungkin dia memang sudak terlambat untuk memiliki Bobby tapi dia yakin kalau memang jodoh suatu saat nani mereka bisa bersama. Sekarang Fei hanya berharap Bobby tidak berubah menjadi orang yang tidak ia kenal.
***
Sudah sebulan sejak kejadi malam itu. Bobby sudah jarang main ke rumah Fei. Fei memaklumi hal tersebut, Fei juga sudah mulai jarang berhubungan dengan Bobby baik melalui telpon ataupun pesan singkat.
Tok.... Tok.... Tok....
Ketukan pintu mengembangkan senyum dibibir Fei. "Pasti ka Bobby." pikir Fei senang. Fei membukakan pintu tersebut dan betapa kagetnya dia mendapati orang yang tak terduga sekarang berdiri di depannya. Senyum yang tadi mengembang kita perlahan-lahan memudar.
"Kamu? Ada apa datang kesini?" Fei tidak berhasil menyembunyikan wajah terkejutnya.
"Hai, apa kabar?" tanya orang tersbut dengan senyum canggung.
"Baik kok. Ada urusan apa dateng kesini?" Fei mengulang pertanyaan yang belum di jawab. Kehadiran orang ini berhasil membuka luka lama yang sidah mengering. Vino. Orang yang sempat mengkhianati cintanya sekarang kembali.
"Aku kangen kamu Fei." ucapan Vino seakan menjadi hantaman yang hebat bagi Fei. Seorang pengkhianat kembali datang dan mengatakan merindukan dirinya. Fei masih bungkam. Tidak tau apa yang harus ia katakan. Sebuah ingatan menyakitkan terekam jelas dikepalanya bagaikan rekaman pemutaran film yang terus ditayangkan berulang-ulang. "Punya waktu?" Fei hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan tersebut.
"Masuk Vin. Kita ngobrol di dalem aja." Fei mempersilakan Vino masuk. "Mau minum apa?" tanya Fei ketika Vino telah duduk di ruang tamu.
"Air putih aja." jawab Vino. Fei pergi meninggalkan mantannya itu mengambil 2 gelas air putih. Kurang dari lima menit Fei sudah kembali, dia menyerahkan segelas kepada Vino.
"Apa yang mau kamu bicarain?" tanya Fei to the point.
"Aku mau minta maaf sama kamu buat semua kesalahan aku. Aku khilaf Fei, aku nyesel. Aku sadar aku masih sayang sama kamu dan gak ada orang lain yang bisa gantiin kamu yang bisa sesabar kamu yang bisa ngertiin aku kayak kamu ngerti keadaan aku. Aku........ Aku mau ngajak kamu balikan, aku mau kita balikan Fei ngulang semuanya dari awal. Kamu mau kan?" pengakuan Vino membuat Fei bingung. Dia masih sayang sama Vino tapi dia sama sekali tidak pernah berpikir sejauh ini tidak pernah berpikir untuk balikan dengan Vino. Dia tidak pernah membayangkan di tenagh kebimbangannya menunggu Bobby, sang mantan akan datang kembali, tapi Fei tau keputusan apa yang terbaik bagi hidupnya dan inilah yang harus ia jalankan.
"Vin, aku munafik kalau aku bilang aku udah gak sayang sama kamu karena memang pada kenyataannya aku sayang sama kamu, dan aku udah maafin kamu jauh sebelum hari ini terjadi sebelum kamu minta maaf sama aku, tapi maaf Vin aku gak bisa kalau harus balikan. Aku takut semuanya bakalan terulang, kalau memang kamu sayang sama aku, kamu gak akan ngeduain aku nyelingkuhin aku sama sahabat aku sendiri, kamu gak akan khianatin cinta dan pengorbanan aku. Aku yakin kok suatu saat kamu bakalan ketemu sama cewek yang lebih baik dari aku. Maafin aku ya. I can't." semua perkataan Fei bagaikan tamparan hebat bagi Vino, bahkan Fei sendiri tidak percaya kalau dia mampu mengatakan semuanya. "Aku belum bisa jadi yang terbaik Vin buat kamu, karena aku udah gagal buat kamu bertahan sama aku, buat kamu gak berpaling dari aku." tambah Fei lagi.
"Aku ngerti Fei sama perasaan kamu, sama semua ketakutan kamu. Tapi apa gak ada kesempatan kedua buat aku?" Fei menggeleng lemah menanggapinya.
"Maafin aku Vin. Aku sayang sama kamu tapi aku gak bisa. Lagi pula sekarang aku lagi menunggu seseorang." Vino terperangah mendengar perkatan Fei.
"Siapa cowok itu Fei?" tanya Vino perlahan.
"Kamu mengenal dia Vin. Dia bahkan selalu ada saat kamu mulai berubah dan menghindari aku. Orang yang tak pernah ku duga sebelumnya." Vino menghampiri Feu lalu memeluknya. Fei kaget dengan apa yang di lakukam Vino tapi sedetik kemudian Vino melepaskan pelukannya. Pelukan yang belum sempat Fei balas.
"Makasih Fei. Semoga kamu bahagia dengan orang itu. Thanks for the last hug too." ucapan terakhir Vino menjadi akhir pertemuan kedua mereka. Setelah Vino pergi Fei terduduk lunglai, tangisnya pecah tanpa suara, ari matanya terus menetes membasahi wajah cantiknya. Dari arah pintu, tanpa di sadari oleh siapapun Bobby tengah memerhatikan semua kejadiaan tadi, mendengarkan semua pembicaraan antara Vino dan Fei. Bobby menghampiri Fei dan memeluknya, memberikan pundaknya untuk Fei bersandar.
"Udah sayang jangan nangis lagi ada kakak disini." Bobby mengelus kepala Fei lembut.
"Kakak denger semuanya?" tanya Fei sesenggukan. Bobby hanya mengangguk menanggapinya.
"Maafin kakak ya, kakak sayang sama Fei." Bobby semakin erat memeluk gadis cantik di sebelahnya.
"Gak apa ka. Gimana kabar Thena ka?" Pertanyaan Fei mebuat Bobby perlahan melepaskan pelukannya.
"Kakak sama Thena udah putus dua minggu yang lalu. Kakak sadar cinta tidak bisa dipaksakan. Kakak gak sayang sama Thena kalau kakak masih terus melanjutkan itu malah akan menyakitinya. Kakak hanya kasian dan mengharai usahanya yang udah mau jujur sama kakak soal perasaannya." ucapan Bobby seakan menyadarkan Fei dari kebodohannya dulu.
"Athena pasti kecewa dan sedih dengan sikap kakak."
"Gak kok de. Dia yang minta kakak buat jujur sama perasaan kakak dan kakak juga udah minta maaf sama dia." Fei sedikit lega mendengar ucapan Bobby. "Fei, kakak gak mau mengulangi kesalahan lagi, kakak gak mau ada penyesalan untuk yang ke dua kalinya. Kakak sayang sama Fei, kakak gak mau kehilangan kamu lagi." pernyataan itu membuat Fei terperangah. "Fei, would you be my girlfriend?" tanya Bobby sambil mengeluarkan cheese cake bertuliskan "GIRLFRIEND?". Fei terkejut dengan semua yang Bobby lakukan. Fei menerima cake itu dan mengangguk. "Yes!" wajahnya memerah, Fei memalingkan wajahnya dan meletakan cake tersebut lalu berhambur kedalam pelukkan Bobby.
"I Love You ka Bobby." bisik Fei lembut tepat di telinga Bobby.
"Love You too, dear." balas Bobby masih dengan berbisik.
Fei sadar cinta tidak mengenal kata terlambat tapi hanya saja ada proses yang harus dilalui. Rasa sakit mengajarkan kita untuk bahagia. Penyesalan, kesalahan, keterlambatan adalah tiga hal yang membuat kita menajdi seseorang yang lebih dewasa.
Pengalam dan masa lalu mengajarkan kita untuk bahagia di masa depan. Fei sadar cinta sesungguhnya tidak pernah terlambat. Tidak ada kata terlambat untuk saling mencintai dan sekarang Fei mengerti keterpurukan masa lalu hanya akan membuatnya menutup pintu kebahagiaan menuju masa depan yang telah Tuhan siapkan.
Bagaimana kita bisa melihat masa depan kalau kita masih terlalu sibuk mengurusi masa lalu kita?
Cinta tidak pernah terlambat hanya membutuhkan proses. :)
Aku Merelakanmu :')
Cinta tidak pernah memaksa, sayang tak pernah mengkhianati, rindu tidak pernah terlihat menyenangkan. Cinta hanya butuh pengorbanan, sayang hanya butuh kesetiaan, rindu hanya butuh pertemuan. Apa jadi nya cinta tanpa pengorbanan? Apa yang akan terjadi jika tidak ada kesetian? Apakah rindu akan terbalas tanpa ada pertemuan?
Ini bukan masalah perbedaan, ini bukan masalah kesamaan, atau ini juga bukan masalah jarak yang memisahkan.
Kamu hadir begitu saja mengenalkan namamu, memberitahu tempat tinggalmu, membuatku tersipu dengan semua pujianmu. Aku tersanjung dengan semua yang telah kau lakukan. Sebelum semua nya terjadi kita sudah sama-sama tahu resiko terbesar kalau kita terus menjalankan hubungan. Perkenalan, pertemanan, persahabatan dan berakhir dengan cinta, sesuatu yang sebenarnya selalu aku tepis jauh-jauh dari benakku.
Aku seseorang yang telah berulang kali merasakan sakit dan kau sembuhkan hanya dengan satu cara: "menyayangiku dengan tulus" aku terbuai dengan semua yang kau lakukan. Aku hanyut dalam setiap pelukanmu. Aku terlena dengan sikapmu yang memanjakanku. Aku terlalu menikmati kenyamanan yang kau berikan tanpa memikirkan "Bagaimana cara aku keluar dari semua kenyamanan yang kau berikan?" Tak pernah sedikitpun aku membayangkan akan kehilanganmu, tak pernah aku membayangkan kau akan membuangku dari kenyamanan itu, melemparku jauh dari kehidupanmu.
Kau hadir saat hati benar-benar membutuhkan seseorang, kau hadir saat aku membutuhkan kehangatan, kau hadir mengisi semua kekosonganku dan kamu berhasil merebut semuanya. Merebut hatiku, kasih sayangku, dan cinta tulusku. Tapi aku tidak pernah menyesal pernah memberikannya, aku tak mengharap itu kembali, aku juga tidak pernah memaksa perbedaan bisa di satukan seperti kita berbeda dan tak pernah bisa bersatu.
Aku tidak pernah menyesal mengenal namamu, aku juga tidak pernah menyesal mengetahui rumahmu, dan aku juga tidak pernah menyesal pernah menyayangimu, pernah berkorban untukmu.
Pengkhianatan yang kau lakukan menorehkan luka yang dalam bagi hidupku, merobek luka lama yang telah kau sembuhkan , aku kecewa dengan ketidaksetiaanmu. Kepercayaanku runtuh dengan semua pengkhianatan yang kau lakukan. Aku mulai waspada dengan semua perlakuanmu bahkan aku mulai terus takut kehilanganmu, karena aku tahu aku tidak dapat memenuhi keinginanmu, aku tidak berada di sampingmu seperti wanita itu.
Perbedaan kita terlalu jauh untuk disatukan, kita terlalu jauh untuk di pertemukan tapi siapa yang tahu suatu saat nanti perbedaan kita dapat disatukan? Siapa yang tahu kita akan di pertemukan dalam kedekatan? Semuanya sudah diatur.
Saat ini yang aku lakukan hanya berdoa untuk kebahagiaanmu, disana sudah ada orang baru yang dapat menggantikanku, sudah ada orang yang lebih dekat denganmu yang sudah kau pilih sebagai penggantiku.
Saat kamu mulai bahagia dengannya aku baru menyadari bahwa aku harus merelakanmu untuknya.
Aku terlalu sibuk mengurusi masa lalu kita sehingga aku enggan melihat masa depanku, melihat seseorang yang tulus mencintaiku sudah ada di depan matuku.
Aku masih enggan keluar dari kotak nyaman yang kau berikan tapi rasa sakit itu mengajarkanku menuju sebuah kebahagiaan yang nyata. Kotak nyaman yang lebih nyata dari pada yang kau berikan.
Aku sudah bisa merelakanmu.
Jaga wanita itu, jangan ulangi lagi kesalahanmu dengan menyakitinya seperti kamu menyakitiku dan membuka luka lamaku. Wanita bukan pria, hati wanita tidak sekuat pria, perasaan wanita jauh lebih halus dari yang pria punya. Cukup aku yang merasakannya jangan ada korban ke dua atau ketiga untuk kau sakiti. Jadikan dia wanita terakhirmu yang mampu kau perjuangkan.
Ini bukan masalah perbedaan, ini bukan masalah kesamaan, atau ini juga bukan masalah jarak yang memisahkan.
Kamu hadir begitu saja mengenalkan namamu, memberitahu tempat tinggalmu, membuatku tersipu dengan semua pujianmu. Aku tersanjung dengan semua yang telah kau lakukan. Sebelum semua nya terjadi kita sudah sama-sama tahu resiko terbesar kalau kita terus menjalankan hubungan. Perkenalan, pertemanan, persahabatan dan berakhir dengan cinta, sesuatu yang sebenarnya selalu aku tepis jauh-jauh dari benakku.
Aku seseorang yang telah berulang kali merasakan sakit dan kau sembuhkan hanya dengan satu cara: "menyayangiku dengan tulus" aku terbuai dengan semua yang kau lakukan. Aku hanyut dalam setiap pelukanmu. Aku terlena dengan sikapmu yang memanjakanku. Aku terlalu menikmati kenyamanan yang kau berikan tanpa memikirkan "Bagaimana cara aku keluar dari semua kenyamanan yang kau berikan?" Tak pernah sedikitpun aku membayangkan akan kehilanganmu, tak pernah aku membayangkan kau akan membuangku dari kenyamanan itu, melemparku jauh dari kehidupanmu.
Kau hadir saat hati benar-benar membutuhkan seseorang, kau hadir saat aku membutuhkan kehangatan, kau hadir mengisi semua kekosonganku dan kamu berhasil merebut semuanya. Merebut hatiku, kasih sayangku, dan cinta tulusku. Tapi aku tidak pernah menyesal pernah memberikannya, aku tak mengharap itu kembali, aku juga tidak pernah memaksa perbedaan bisa di satukan seperti kita berbeda dan tak pernah bisa bersatu.
Aku tidak pernah menyesal mengenal namamu, aku juga tidak pernah menyesal mengetahui rumahmu, dan aku juga tidak pernah menyesal pernah menyayangimu, pernah berkorban untukmu.
Pengkhianatan yang kau lakukan menorehkan luka yang dalam bagi hidupku, merobek luka lama yang telah kau sembuhkan , aku kecewa dengan ketidaksetiaanmu. Kepercayaanku runtuh dengan semua pengkhianatan yang kau lakukan. Aku mulai waspada dengan semua perlakuanmu bahkan aku mulai terus takut kehilanganmu, karena aku tahu aku tidak dapat memenuhi keinginanmu, aku tidak berada di sampingmu seperti wanita itu.
Perbedaan kita terlalu jauh untuk disatukan, kita terlalu jauh untuk di pertemukan tapi siapa yang tahu suatu saat nanti perbedaan kita dapat disatukan? Siapa yang tahu kita akan di pertemukan dalam kedekatan? Semuanya sudah diatur.
Saat ini yang aku lakukan hanya berdoa untuk kebahagiaanmu, disana sudah ada orang baru yang dapat menggantikanku, sudah ada orang yang lebih dekat denganmu yang sudah kau pilih sebagai penggantiku.
Saat kamu mulai bahagia dengannya aku baru menyadari bahwa aku harus merelakanmu untuknya.
Aku terlalu sibuk mengurusi masa lalu kita sehingga aku enggan melihat masa depanku, melihat seseorang yang tulus mencintaiku sudah ada di depan matuku.
Aku masih enggan keluar dari kotak nyaman yang kau berikan tapi rasa sakit itu mengajarkanku menuju sebuah kebahagiaan yang nyata. Kotak nyaman yang lebih nyata dari pada yang kau berikan.
Aku sudah bisa merelakanmu.
Jaga wanita itu, jangan ulangi lagi kesalahanmu dengan menyakitinya seperti kamu menyakitiku dan membuka luka lamaku. Wanita bukan pria, hati wanita tidak sekuat pria, perasaan wanita jauh lebih halus dari yang pria punya. Cukup aku yang merasakannya jangan ada korban ke dua atau ketiga untuk kau sakiti. Jadikan dia wanita terakhirmu yang mampu kau perjuangkan.
Langganan:
Komentar (Atom)