Sudah hampir satu tahun dari hari dimana kita sama-sama memilih untuk jalan sendiri-sendiri. Bagamana rasanya menjalani hari-harimu tanpa aku si bawel yang selalu mengatur hidupmu? Lebih indah? lebih bebas? atau malah kamu merindukan setiap kata yang terlontar dari mulutku untuk mengatur hidupmu?
Apa yang terjadi dengan wanita barumu sehingga kau datang mencariku hampir setiap malam? Apa dia telah melukaimu? apa dia telah menoreh luka yang mungkin tak pernah kutoreh? Harus kau akui sayang hanya aku yang bisa bertahan dengan sabar menghadapi keegoisanmu dan semua tempramental emosimu.
Setiap perilaku yang kau lakukan sekarang jauh berbeda dengan apa yang telah kau lakukan dulu terhadapku. Ternyata wanitamu lebih mampu mengubahmu menjadi orang yang peduli ketimbang aku ya. Selamat untuk kemesraan kali. Tapi kemana wanita baru mu itu ketika kau membutuhkan seseorang untuk berbagi keluh kesahmu, dan semua jerit lelahmu?
Foto yang kau kirimkan kemarin malam sempat membuatku berhenti melakukan aktivitasku, kau masih menginginkan kita berdampingan dalam satu kertas foto? bukankah wanita baru mu jauh lebih sempurna ketimbang aku yang hanya menyusakanmu dengan sikapku yang kenak-kanakan? Ada apa denganmu sayang? Apa ada yang masih tertinggal disini? ditempatku berdiri? Semua sudah kukembalikan 11 bulan lalu, sudah tak ada sisa apapun disini,kecuali hanya ada luka yang kau toreh dan kau tinggalkan.
Setiap permintaanmu malam-malam ini aku anggap sebagai omong kosong, aku takut itu hanya janji semu semata yang pernah kau lontarkan 2 tahun lalu, aku takut itu hanya sekedar kata tanpa bukti yang kau banjiri dalam hidupku. Kuakui sayang, aku masih menyimpan rasa yang besar terhadap dirimu, tapi maaf semuanya sudah terlambat. Andai setiap kata, setiap foto yang kau kirimkan melalui pesan singkat itu kau lakukan dan kau buktikan saat kita masih bersama aku akan merasa senang dan respect terhadap usahamu, tapi sayang hal itu kau lakukan ketika semuanya sudah berakhir, semuanya sudah selesai, dan semuanya sudah terlambat untuk diperbaiki dan aku sama sekali "tidak peduli" dengan apa yang kau lakukan sekarang.
Terima kasih untuk malam-malam indah yang kau ciptakan dalam hari-hariku belakangan ini, tapi maaf sayang, aku sudah menyerah dan aku memilih berhenti untuk mempertahankan perasaan ini.
Aku berhak memilih dan terus menjalani hidup tanpa harus mengikuti semua maumu :'
Dulu,
Setiap kata rinduku menjadi angin bagimu.
Setiap kata sayangku kau abaikan.
Setiap jerit lelahku tak kau hiraukan.
Sekarang,
Setiap kata rindumu menjadi angin baginya.
Setiap kata sayangmu diabakannya.
Setiap jerit lelahmu tak dihiraukannya.
ITULAH HUKUM KARMA sayang.
Rintihan hati bocah bawel yang kau anggap pengganggu hidupmu
untuk si tempramental
dari si bawel yang selalu mengatur.