Sabtu, 18 Januari 2014

Ada perpisahan ada pertemuan

Ketika hidup selalu memberi pilihan, ketika pilihan selalu menampilkan yang baik, dan ketika selalu ada yang terbaik dari setiap yang baik Apa yang akan dipilih untuk hidup? 
Ada banyak peluang disetiap kesempatan, ada banyak pintu disetiap ruangan. Pintu mana yang akan dipilih untuk mendapatkan peluang terbaik?
Akan ada perpisahan dari setiap pertemuan dan akan ada permusuhan dalam setiap pertemanan. apa yang akan di pilih ? 
Akan ada kebohongan dalam setiap kepercayaan dan akan ada kemunafikan dala setiap keterbukaan. Mana yang akan lebih menonjol? 
Rasa sayang timbul karena rasa nyaman, rasa rindu hadir karena butuh pertemuan, rasa khawatir ada karena membutuhkan kabar, rasa jenuh datang ketika tak lagi ada manis pahitnya hubungan. hubungan yang sempurna selalu ada sayang, rindu, khawatir dan rasa jenuh. tapi selalu ada pilihan untuk mengatasi rindu, khwatir dan rasa jenuh. 
sayang terbalas dengan saling percaya dan rasa nyama, rindu terbalas dengan pertemuan, khawatir terbalas dengan kabar-kabar , rasa jenuh terbalas dengan bagaimana satu sama lain bisa memberi manis pahit yang baru dalam sebuah hubungan. 
perkenalan tanpa pertemuan tidak akan bertahan lama karena akan berakhir pada perpisahan, bukan berarti perkenalan dengan pertemuan tidak akan berakhir tanpa perpisahan tapi jika di awalin pertemuan ada kemungkinan akan ada pertemuan selanjutnya walau bukan lagi sebagai sesuatu yang spesial, tapi jika perkenalan tanpa pertemua apakah itu meyakinkan akan dipertemukan kembali walau bukan sebagai sesuatu yang spesial? bagaimana dengan contact yang telah di ganti, bagaimana menghubunginya? bagamaian dengan alamat yang sudah tak lagi sama, bagaimana mendatanginya?
terkadang sesuatu yang dikenal tanpa pertemuan memang selalu memberikan kesan berbeda, kenyamanan berbeda dan kemenarikan yang berbeda, tapi semua yang tanpa pertemuan adalah kesemuan belaka, bukan nyata, bukan hidup, itu hanya bayangan, maya, semu dan mungkin takkan menjadi nyata.
kemanarikan yang diberikan melebihi pertemuan, kenyamanan yang diberikan berbeda dari pertemuan, kesan yang diberikanpun takkan sama. tapi semuanya memang takkan terlihat sama karena nyata dan semu adalah dua unsur yang berbeda. sesuatu yang dapat di sentuh dengan sesuatu yang tidak dapat disentuh pun memiliki rasa yang berbeda. 
dan semua akan terlihat baik dengan sebuah pertemuan, sekalipun tetap akan ada perpisahan dalam setiap pertemuan. 
ada pertemuan ada perpisahan 
tapi tidak ada yang mengatakan ada perkenalan ada perpisahan kan? jadi kalau cuma sekedar kenal buat apa takut pisah? kan belum bertemu. 
good night -oni- 

Sabtu, 11 Januari 2014

Pertemuan yang ditemani Perpisahan

Ada makna dari setiap pertemuan. Ada makna pula dari setiap perpisahan.
tak akan ada pertemua tanpa perpisahan dan tak akan ada perpisahan tanpa pertemuan?
ingin berpisah dengan siapa kalau tidak pernah bertemu dengan siapa siapa? 
Ingin bertemu dengan siapa kalau kita selalu mempertahankan pertemua yang sudah seharusnya berpisah? 
Setiap kata pasti memiliki keindahan. Pertemuan dan perpisahan juga sebuah kata, berarti mereka pasti memiliki keindahan tersendiri dari kata itu. 
Sama halnya dengan hari pertama kita bertemu. Aku hanya seorang gadis remaja yang tidak mengenal kamu yang sudah begitu dewasa bagiku. Perbedaan umur kita yang terpaut 5 tahun membuat kita memiliki pemikiran yang berbeda. Aku yang masih duduk di bangku SMA tidak mungkin memikirkan hal yang ada di pikiran seorang anak kuliah semseter 6. dan kamu tidak mungkin masih memikirkan hal yang dipikirkan oleh ramaja yang masih duduk di bangku SMA.
Tapi sayang, kita meruntuhkan itu semua karena indahnya sebuah kata "PERTEMUAN" kita saling mencoba memahami pikiran satu sama lain walau kita tau hal itu sulit. 
Tapi pertemua tidak akan lengkapkan tanpa perpisahan?
cekcok dan beda pendapat yang sering terjadi di antara kita mewarnai indanya "pertemuan" yang terjadi. Aku mulai lelah kaupun sama. Aku mulai sering menangis karena kau selalu menorehkan luka. Kamu selalu marah karena aku terlalu manja dan terlalu kekanak-kanakan. Kamu bukan lagi pria dewasa yang aku pikir dapat membawaku menjadi gadis dewasa, kamu meruntuhkan semua impian yang kamu buat bersamaku di awal pertemua kita. 
dan ternyata indahnya sebuah kata "perpisahan" lah yang menang. Kita saling meninggalkan satu sama lain dan saling meyakinkan bahwa kita bisa berjalan sendiri! Disinilah kita sekarang, aku tanpamu dan kamu tanpaku. 
Aku tau disana kamu sudah berulang kali mendapatkan penggatiku , mendapatkan gadis dewasa yang kamu inginkan, mendapatkan gadis yang bisa memanjakanmu dan bukan minta di manjakan. Tapi percayalah sayang, setiap wanita selalu ingin merasakan yang namanya di manja. Aku yakin wanita itu ingin kau manjakan tapi kau selalu memaksanya untuk memanjakanmu. 
Tidak, aku tidak iri pada wanita barumu, aku hanya ingin melihat seberapa ia mampu bertahan dengan keegoisan mu yang selalu lebih mementikan duaniamua.
Terima kasih untuk pertemua indah yang kau ciptakan, aku bahagia karenanya, aku semakin dewasa karenanya, dan aku semakin mengerti kapan aku harus menjadi gadis yang di manjakan dan kapan aku harus menjadi gadis yang memanjakan. 
Pertemuan kita indah, perpisahan kitapun indah karena aku jadi tahu perbedaan yang terlalu besar memang sulit untuk dipaksakan menjadi satu, karena kamu selalu memaksaku untuk menyadari bahwa pertemuan kita memang harus diakhiri dengan perpisahan bukan persatuan.


Untuk pertemuan yang selalu ditemani dengan perpisahan